Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Peledakan Jumlah Plankton Penyebab Kematian Ikan di Ancol
Minggu, 24 April 2005 | 11:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Hasil penelitian tim terpadu menyebutkan, kematian ikan-ikan di Pantai Ancol, dua pekan silam, akibat kurang oksigen. Hal ini akibat pertumbuhan fitoplankton yang sangat besar di daerah itu.

"Oksigen di dasar rendah karena pelimpahan fitoplankton. Akibatnya ikan mati kekurangan oksigen," kata Sri Turni Hartati, anggota tim terpadu, yang dihubungi Tempo, Ahad (24/4).

Peneliti dari Balai Riset Perikanan itu menjelaskan, pelimpahan fitoplankton itu mencapai angka di atas 10 pangkat 7 sel per meter kubik. Menurut dia, angka itu sudah masuk kriteria booming fitoplankton.

Kadar oksigen di dasar laut pada tujuh titik yang diteliti kurang dari 2 ppm. Adapun kadar oksigen di permukaan laut normal cenderung tinggi, yakni di atas 7 ppm. Kekurangan oksigen di dasar laut itulah yang membuat ikan sekarat dan mati.

Beberapa jenis fitoplankton seperti Protoperidenium dan Gonyaula sering menyebabkan terjadinya pasang merah. Fitoplankton jenis ini tidak beracun tetapi menghabiskan oksigen. Sedangkan ikan yang mati, kata dia, memang merupakan jenis ikan lokal dan dasar laut.

Kondisi ini, kata dia, sama dengan kondisi saat matinya ribuan ikan di Pantai Ancol, November 2004 lalu. Hanya saja, jenis ikan yang mati pada kejadian terakhir lebih sedikit, yakni Baronang, Purau, Pogek, dan Petek.

Penyebab terjadinya booming fitoplankton diduga keras dari limbah domestik, termasuk limbah dari septitank.

Kepala BPLHD Jakarta Utara Supardiyo setuju dengan penelitian tim terpadu itu. Ia menyatakan, kantornya akan memantau fluktuasi dan kondisi fisik air laut di Pantai Ancol dan Muara Angke. Hal ini akan dilakukan dua pekan sekali hingga Juni mendatang. Dian Yuliastuti

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000.  [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718]. Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000.  [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718].
Papan Indeks Pencemaran Udara
Papan Indeks Pencemaran Udara
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gabungan Instansi Turun Pantau Kematian Ikan
Ratusan Ikan Ditemukan Mati Di Pantai Festival
Lima Pantai di Teluk Jakarta Diteliti
Tahun Ini, KLH Nilai Kelayakan 460 Perusahaan
Ratusan Warga Protes Pencemaran Sungai
Bangunan dan Pabrik Abaikan Standar Lingkungan
Berkas Dakwaan Newmont Akan Segera Rampung
PM Thailand Kecam Kekerasan Berkedok Agama
Sidang Kasus Newmont Dijadwalkan 12 April
Komnas HAM untuk Kasus Buyat Didemo Mahasiswa
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI Nomor 10/2000 tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan
Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
Keppres RI No. 80 Tahun 1999 Tentang Pedoman Umum Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalteng
> selengkapnya...

Website

PT Freeport Indonesia
Newmont Indonesia
Berita Bumi
Situs INFORM
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data