Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Empat Mayat ditemukan Dalam Sehari
Sabtu, 23 April 2005 | 11:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dalam sehari kemarin, Jumat (22/4),hingga dini hari tadi di Jakarta, empat mayat ditemukan di tempat berbeda. Salah seorang diantaranya bernama Nada, 46 tahun. Lelaki yang bekerja sebagai buruh, tinggal di Pertukangan RT 12 RW 1, Rawa teratai, Cakung, Jakarta Timur ini jasadnya ditemukan terbujur kaku di pinggir ruas Jalan Garuda Ujung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.30 WIB tadi.

Menurut laporan terulis pihak Bidang Humas Polda Metro Jaya, saat ditemukan oleh saksi bernama Suharman, mulut Nada mengeluarkan busa. Menurut perkiraan polisi, sebelumnya Nada telah mengonsumsi obat-obatan dalam jumlah yang berlebihan. "Kemungkinan dia over dosis. Kasus ini masih ditangani pihak Kepolisian Sektor Kemayoran, Jakarta Pusat," kata juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tjiptono, kepada wartawan Sabtu (23/4).

Mayat lain, yang belum diketahui identitasnya berusia sekitar 68 tahun, ditemukan di Pos Polisi Lalu-lintas, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (22/4) pukul 15.00 WIB. Menurut Suharno, polisi yang bertugas di sana saat kejadian, ketika ditemukan korban sudah tidak bernyawa. Kemungkinan meninggal akibat sakit. Polsek Gambir saat ini masih menyelidiki kasus ini.

Dua mayat lain, masing-masing bernama Sutini, 40 tahun, yang ditemukan di Pasar Elang Blok AKS, pademangan Timur, Jakarta Utara, pukul 03.30 WIB dan Sabar 60 tahun, yang ditemukan di Terminal Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Priuk pukul 20.00. Menurut laporan polisi, dua mayat terakhir ini juga diduga meninggal akibat sakit. Namun belum diketahui jenis penyakitnya. "Semua mayat saat ini sedang divisium di RSCM," ungkap Tjiptono.

raden rachmadi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tentara/ pasukan anti huru hara/ PHH Kostrad berjaga-jaga saat protes badan eksekutif mahasiswa/ BEM se Indonesia di depan Istana Negara, Jakarta, 12 Maret 2001.  Foto: Bernard Chaniago/ TEMPO. Massa PDI pro Megawati Soekarnoputri duduk di depan deretan polisi anti huru hara/ PHH saat mimbar bebas di depan kantor PDI Jalan Diponegoro, Jakarta, 1996 [ Dok. TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/387/1996; 20010228].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tukang Gali Temukan Dua Mortir di Jatinegara
Polisi Umumkan Penggrebekan Pabrik Ekstrasi Terbesar
Operasi Pengamanan KAA Tangkap 71 Orang
Hakim : Kasus Basri Diselesaikan Secara Adat
John Key Tak Hadir Lagi
Sidang Adiguna Ditunda, Saksi Ahli Minta Ongkos
Berbenah Lewat Traffic Management Center (TMC)
Firman Gani : Polisi Harus Bersahabat dengan Masyarakat
Saksi Yakin Adiguna Pelaku Penembakan
Polda Evaluasi Bangunan Polsek
> selengkapnya...


Referensi

Profil Kapolda Metro Jaya

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Situs Anti-Narkoba Polda Metro Jaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data