|
Jakarta
Jembatan Penyeberangan Tak Efisien
Jum'at, 22 April 2005 | 16:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Hulman Sitorus menyatakan dengan pertimbangan efisiensi, tidak perlu membuat jembatan penyeberangan orang (JPO) yang baru. "Kalau yang sudah ada ya tidak apa-apa,"katanya, Jumat (22/4).
Masalahnya, dana untuk membangun JPO tidak sedikit. "Sayang sudah mengeluarkan biaya besar tapi JPO tidak terpakai,"ujar Hulman. Dana yang diperlukan untuk membangun JPO ini sekitar Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar. Ia menyarankan agar sebaiknya penyeberangan menggunakan zebra cross saja. "Biaya akan jadi lebih kecil, lebih efisien,"katanya.
Saat ini banyak JPO di Jakarta Timur yang tidak terpakai, akibat tidak disiplinnya masyarakat dalam menyeberang jalan atau karena kondisi jembatan itu sendiri yang tidak kondusif. Seperti JPO di depan kantor Polsek Jatinegara dan di Jalan Pemuda di depan Lapangan Olah Raga.
JPO di Jatinegara ini karena tidak pernah terpakai malah digunakan oleh gelandangan sebagai tempat tidur mereka. Orang-orang terlihat berlalu lalang menyeberang di lampu merah yang memang berada pas di bawah JPO tersebut. Sementara di Jalan Pemuda, kendati situasi jalan ini ramai, apalagi dengan anak sekolah yang berolah raga di lapangan tersebut, namun jarang ada yang menggunakan jembatan penyeberangan. Mereka lebih memilih melompati pagar pembatas jalan atau menyelipkan badan di antara besi-besi pembatas yang sudah copot.
Mengenai hal ini, Hulman menyatakan tidak bisa memaksakan orang untuk menggunakan jembatan penyebrangan. "Sebenarnya bisa ditindak, tapi itu bukan wewenang kami. Harus polisi,"katanya.
Nofi Triana Firman
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|