|
Metro
KPUD Tangerang Catat Banyak Kelemahan Pemilu 2004
Rabu, 20 April 2005 | 18:53 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang: Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tangerang mencatat sejumlah kelemahan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2004. Karena itu, seluruh rangkaian proses, baik pemilu legislatif maupun pemilihan presiden/wakil presiden, sangat perlu dievaluasi guna perbaikan pesta demokrasi pada 2009 nanti.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Evaluasi Pemilu 2004 KPU Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, mengatakan, pihaknya mencatat paling tidak terdapat delapan kelemahan dalam pelaksanaan pemilu lalu. Masalah yang lebih awal muncul yang berbuntut timbulnya kritik masyarakat adalah kegiatan pendataan (P4B) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah. Kelemahannya, kata dia, banyak warga gagal menggunakan hak pilih di bilik suara lantaran
tidak terdaftar sebagai pemilih, terutama pada saat pemilu legislatif.
"Belum lagi soal pengadaan berikut distribusi logistik pemilu yang sangat sentralistik," kata Agus yang didampingi Sekretaris Pokja Evaluasi, Ach. Suryawijaya kepada wartawan kemarin. Dampaknya, pendistribusian kotak suara serta logistik lainnya ke tingkat PPK, PPS dan KPPS, menjadi lambat. Itu diperparah lagi dengan datangnya petunjuk-petunjuk teknis yang bersamaan dengan turunnya surat suara.
Sekretaris Pokja Evaluasi, Ach. Suryawijaya menambahkan, dalam pelaksanaan evaluasi tersebut, terdapat empat materi kajian yang dibedah oleh empat kelompok diskusi (focus group discussion-FGD). Peserta berasal dari kalangan anggota DPRD, unsur pemerintah daerah, BPS, media massa, pemantau. Kemudian mantan Panwaslu, PPK, PPS, KPPS, unsur parpol, rekanan pengusaha jasa dan akademisi.
Joniansyah-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|