Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Saksi Akui Lihat Adiguna Tembak Rudi Natong
Selasa, 19 April 2005 | 23:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Saksi Daniel Sibarani, bartender Island Bar Fluid Club Hotel Hilton, mengaku melihat alangsung terdakwa Adiguuna Sutowo menembak Bartender Yohannes Brahman Hairuddin Naatong (Udin Natong), pada Sabtu (1/1/ 2005) pukul 04.55 WIB. "Saya melihat dengan mata kepala sendiri karena saya hanya berjarak 1 meter dari korban," katanya dalam keterangan di BAP yang dibacakan dipersidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (19/4)

Ia menuturkan, Adiguna bersama Tinul (Novia Herdiana) yang datang lima belas menit sebelum kejadian terlihat menodongkan pistol ke arah Rudi Natong dari atas meja bar. Saksi mendengar tarikan pelatuk dua kali, namun tidak terjadi ledakan hingga ia menduga hanya main-main. Namun ketika ia membelakangi korban, terjadilah ledakan tersebut dan Rudi Natong jatuh terlentang dengan luka di dahi kanan.

Daniel juga menerangkan, lima menit setelah kejadian, Tinul memberitahunya bahwa yang datang bersamanya adalah Adiguna Sutowo, pemilik Hotel Hilton. Tinul mengaku kepada saksi bahwa ia merasa takut karena Adiguna membawa pistol. "Meski penerangan redup tapi saya bisa melihat pelaku penembakan memiliki kemiripan dengan Adiguna," ujar Daniel.

Saksi Bambang Utoyo, aktifis Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) mengatakan bahwa ia sempat mendapat pesan singkat SMS dari orang yang menjadi tangan kanan Adiguna, Haedar Santoso, memberitakan bahwa Adiguna menembak orang sampai mati.

Saksi Yanuar Warsisto, 39 tahun, anggota FKPPI juga mengungkapkan bahwa ia sempat menerima SMS dari teman sesama anggota FKPPI bahwa keluarga Adiguna sudah berneosiasi tentang peristiwa penembakan di Hilton. Yanu juga sempat dimintai pertolongan oleh Haedar untuk mencarikan lobi di Polres Jakarta Pusat.

Sementara saksi ahli uji balistik puslabfor Mabes Polri, Amri Kamil mengungkapkan bahwa dari hasil uji balistik terdapat kesamaan identik antara proyektil peluru di tubuh korban dengan peluru hasil barang bukti yang telah diuji coba sebanyak dua kali tembakan.

Badriah-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Mayat yang diduga sebagai korban penembakan misterius di Pondok Kelapa, Jakarta Timur [ Dok TEMPO/ Anizar M Jasmine; 15B/133/84; 20010417 ].

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Ketahui Identitas Penembak di Depan Rumah Jampidsus
Dua Saksi Karyawan Hilton Tidak Lihat Penembak Rudi
Polisi Tembak Putra Kiai di Cianjur
Kapolsek Sawan Mati Ditembak Istrinya
Investor Asal Jepang Siapkan Investasi Teminal Rp 8 Triliun
Warga Kelapa Gading Desak Proyek Jembatan Dihentikan
Polisi: Penembakan di Rumah Jaksa Bukan Teror
Penembak di Rumah Jampidsus Masih Kabur
Terjadi Penembakan di Depan Rumah Dinas Jampidsus
Tiga Saksi Penembakan TKI di Malaysia, Hari Ini Diperiksa
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data