|
Jelang Pemilihan Wali Kota Depok
Partai Demokrat Depok Tolak Intervensi Pusat
Selasa, 19 April 2005 | 19:10 WIB
TEMPO Interaktif, Depok: Pengurus Partai Demokrat Kota Depok berpendirian, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang akan dipertandingan sepenuhnya urusan cabang. Dewan pimpinan daerah maupun pimpinan pusat partai, diingatkan tidak ikut campur tangan.
Mereka akan menolak segala bentuk intervensi. "Ini gawenya pengurus cabang. Kami lebih mengerti masalah Kota Depok," ujar Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Iskandar Mukrie kepada Tempo, Selasa (19/4)
Mukrie berprinsip, pengurus partai di Depok menerima masukan bakal calon wali kota maupun wakil wali kota. Asal, kata dia, masukan itu tidak berlebihan. "Tadi, pusat menelepon meminta kami menunda konvensi yang sudah siap digelar hari ini," ungkap Mukrie. Ketika permintaan itu disampaikan kepada pengurus yang sedang rapat, katanya, peserta rapat langsung marah.
Dijelaskannya, ikut campur pengurus Partai Demokrat pusat sudah terjadi pada konvensi pertama 27 Maret lalu. Hasilnya, konvensi menunjuk Abdul Kamal sebagai calon wali kota. “Ini keputusan elite partai di pusat tanpa melibatkan pengurus cabang," kata Mukrie. Campur tangan itu, menurutnya, menimbulkan kekecewaan dan menjurus pertengkaran. "Kerugian yang kami tanggung cukup banyak. Salah satunya kami harus mengembalikan seluruh dana konvensi yang berasal dari lima pasang kandidat yang maju,” bebernya.
Mukrie menduga, pengurus pusat dan elite partai ada kepentingan politik. "Ujung-ujungnya kami tidak sempat melaksanakan konvensi yang berakibat harus mendukung calon lain yang sudah muncul," kata dia. Kendati begitu, dia dan pengurus partai cabang Depok tetap mengusahakan konvensi digelar sebelum pendaftaran calon wali kota dibuka pada 23 April.
Pendaftaran bakal calon, katanya, sudah ditutup. "Jika pusat meminta pendaftaran dibuka kembali, kecurigaaan kami semakin kuat . Apalagi ada beberapa nama yang terrlambat mengembalikan formulir pendaftaran, seperti Badrul Kamal (wali kota sekarang), Syamsudin, Arun Heryana, dan Masyursyah Abdullah," kata Mukrie yang mengancam akan mundur jika pendaftaran dibuka kembali.
Agenda pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok semakin dekat. Komisi Pemilihan Umum Depok tengah menyiapkan pengamanan bagi pasangan calon. Pola pengamanan yang akan dilakukan oleh polisi ini meliputi keluarga calon. kami akan membahas masalah dana dan teknis secara rinci," kata kepala bidang pencalonan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok, Yulizar, kepada Tempo di Depok, Selasa (19/4)
-suliyanti pakpahan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|