Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Depok

Lima Pasang Calon Walikota Akan Berlaga di Pemilihan Walikota Depok
Minggu, 17 April 2005 | 13:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lima pasangan bakal calon walikota Depok bakal ikut meramaikan pemilihan walikota untuk periode 2005-2010. Pemilihan bakal dilangsungkan pada 26 Juni mendatang. Lima pasangan itu diusung oleh partai dan koalisi partai politik yang bakal menjadi tunggangan kelimanya berlaga dalam pemilihan.

Partai Keadilan Sejahtera mengusung Nur Mahmudi Ismail, mantan Menteri Kehutanan era Abdurrahman Wahid, dengan pasangan Yuyun Wirasaputra, tokoh Nahdlatul Ulama, sebagai wakilnya. Pada pemilu legislatif 2004 lalu, PKS mendulang sekitar 170.858 suara atau 28 persen kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Jumlah ini memenuhi syarat Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 untuk mengusung calon sendiri, yakni lebih dari 15 persen.

Koalisi Partai Golkar dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung mantan wali kota Depok Badrul Kamal dengan kader PKB Syihabudin Ahmad.

Keputusan itu, menurut Ketua DPD Partai Golkar Depok, Naming D Bothin, merupakan hasil kesepakatan bersama antara pengurus Partai Golkar di tingkat DPD hingga PK serta organisasi sayapnya (AMPG) dalam rapat rapat pleno yang diperluas di RM Pondok Nanda, Sawangan, Kamis (14/4) lalu. Koalisi ini memperoleh 18 persen atau 127.061 suara dari pemilu legislatif lalu.

Pasangan ketiga adalah mantan wakil wali kota Depok Yus Ruswandi dengan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Muhammad Sutadi Dipowongso. Pasangan ini merupakan calon dari koalisi tiga partai pecahan Koalisi Kebersamaan, yakni PDIP, Partai Damai Sejahtera (PDS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Gabungan tiga partai ini memiliki suara sekitar 20 persen atau 143.857dari hasil pemilu legislatif.

Partai Demokrat, yang pada pemilu legislatif memperoleh 15 persen atau 102.777 suara juga akan mengusung satu pasangan calon. Namun, partai nomor tiga terbesar di Depok ini, masih dalam tahap verifikasi. "Pada 19 April nanti, kami akan mengadakan konvensi kepada lima pasangan yang telah mendaftar," kata juru bicara Partai Demokrat, Benny Gerungan, kepada Tempo, kemarin.

Pasangan terakhir yang bakal meramaikan bursa pemilihan walikota Depok muncul dari Koalisi PAN dengan enam partai kecil yang tidak memiliki wakil di DPRD yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaaan (PPDK), Partai Pelopor, Partai Keadilan dan Persatuan Pembangunan (PKPP), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Jika digabung, suara enam partai ini bisa mencapai 141.714 suara. "Kecuali tiga partai terakhir, kami sudah menyatakan koalisi dengan menandatangani akte notaris. Tiga terkahir akan menandatangani hari ini, Senin (18/4)," kata Koordinator Koalisi Heru Suyanto, kepada Tempo, kemarin.

Menurut Heru, koalisi dengan kekuatan kurang lebih 20 persen suara dari pemuli legislatif ini, saat ini masih menyeleksi empat bakal calon walikota dan dua bakal calon wakil wali kota. "Hasilnya mungkin akan kami umumkan hari Selasa (19/4)," kata Heru.

Empat bakal calon walikota yang muncul dari koalisi enam partai ini, menurut Heru, adalah Harun Heryana: birokrat pemerintahan kota Depok, Abdul Wahab Abidin: tokoh masyarakat Depok, Gusti Randa: pengacara dan artis, serta Edi Susanto: pemilik Sekolah Tinggi Ilmu Hukum. Sedangkan dua orang yang melamar sebagai calon wakil wali kota adalah H. Farkhan: pengusaha dan Hasbullah Rachmat: kader PAN.

Kelima pasangan ini nantinya akan memperebutkan sekitar 952.000 suara yang ada di Depok.

suliyanti pakpahan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung dalam pendaftaran verifikasi partai politik (Parpol) peserta Pemilu di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 17 September 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K20A/171/2003; 20030917] Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Yogie SM memperlihatkan cincinnya pada acara pelantikan Gubernur Jawa Barat, R Nuriana di Gedung Merdeka, Bandung, 1993. [TEMPO/ Ida Farida; 16D/319/1993; 20020731].
Akbar Tandjung
Yogie SM
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KPU NTT Ralat Keputusan Tunda Pilkada
LSM : Standar Ganda TNI Dalam Pilkada
Ada Anggota KPU Lain Juga Mencoba Menyuap BPK
Calon Lain Walikota Depok Muncul Lagi
DPRD tidak Setuju Anak Sekolah Diliburkan
Mahasiswa STAN Demo BPK
Panitia Pilkada Mataram Sebagian Besar PNS
DPR Tidak Akan Turut Campur Soal Suap KPU
Mahasiswa Tuntut KPK Tuntaskan Penyelidikan KPU
Ketua KPU Palembang Tersangka Korupsi Kertas Suara
> selengkapnya...


Referensi

Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Syarat Kesehatan Calon Presiden
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

Komisi Pemilihan Umum
Partai Demokrat
Departemen Dalam Negeri
Partai Keadilan
Partai Golkar
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data