|
Tangerang
Pemerintah Cuek, Jalan di Tangerang Rusak Parah
Minggu, 17 April 2005 | 02:26 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Jalan-jalan rusak parah di Tangerang yang tak juga diperbaiki belakangan ini menimbulkan reaksi masyarakat berupa aksi pemblokiran dan penanaman pohon pisang di tengah jalan. Pemerintah Kabupaten Tangerang sebenarnya bisa mempercepat perbaikan itu, "Namun, percepatan tersebut tetap harus melalui prosedur yang benar dalam administrasi pengelolaan proyek agar tidak bertabrakan dengan ketentuan yang berlaku,"kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Arif Wayhyudi.
Menurut Arif, perbaikan jalan bisa saja dipercepat, tapi jangan sampai menimbulkan masalah baru. "Sebab, pengerjaan proyek pemerintah terkait dengan pengadaan barang dan jasa yang harus melalui lelang atau prosedur tender,"ujar anggota dewan dari Fraksi PKS ini.
Arif mengakui, hampir sebagian besar ruas jalan di wilayahnya dalam kondisi memprihatinkan dan perlu segera ditangani. Jika terus dibiarkan, dipastikan akan semakin menggangu kegiatan perekonomian rakyat. Kerusakan jalan itu, misalnya yang terjadi di Desa Selembaran Jaya, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, mendorong ratusan warga desa di sana menggelar aksi pemblokiran Jalan Salembaran Jati yang menghubungkan Kecamatan Kosambi dan Teluknaga pada Kamis (14/4). Aksi yang dimulai pukul 9.00 WIB hingga siang hari ini mengakibatkan arus kendaraan dua arah di jalan itu macet total.
Para sopir angkutan umum jurusan Teluknaga-Kamal, pengemudi truk, dan sejumlah tukang ojek ikut bergabung dalam aksi ini. Mereka memblokir jalan dengan membuat barikade di tengah jalan serta menghalangi jalan dengan mobil dan motor mereka. Kayu-kayu dan puing-puing bangunan juga dijadikan perintang yang ditumpuk di tengah jalan.
Aksi ini merupakan tuntutan warga kepada pemerintah Tangerang yang tidak melakukan perbaikan jalan di sana, sehingga mengganggu kegiatan perekonomian rakyat. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang hingga kini belum mengisyaratkan untuk mengambil langkah-langkah guna mengurangi kerusakan jalan tersebut dengan perbaikan bersifat sementara.
Salah seorang koordinator Forum Non-Government Organization Pantura, Mamat Cahyadi, menyatakan, aksi tersebut untuk mendesak pemerintah Tangerang segera turun tangan memperbaiki Jalan Salembaran yang rusak berat. Jalan sepanjang sekitar 5 Km itu tak layak lagi dilintasi kendaraan.
Ketua LSM Gema Palu, M Jamin, juga mengkritik masalah jalan rusak ini. Setiap hari, warga berharap ada perbaikan jalan tersebut, setidaknya dilakukan pengurukan dulu. Sebab, sepanjang jalan itu bertebaran lubang besar yang menganga dan mirip kubangan kerbau ketika digenangi air sewaktu turun hujan deras.
Aksi serupa pernah digelar warga Sukatani Kecamatan Pasar Kemis lantaran tak tahan saban hari melintasi jalan rusak yang selama lebih dari satu tahun tak kunjung diperbaiki. Mereka menyindir pemkab dengan menanam pisang di tengah jalan. Unjuk kekesalan hampir sama dilakukan masyarakat Desa Sukabakti Kecamatan Curug.
Menanggapi tindakan warganya itu, Bupati Tangerang Ismet Iskandar, menilai hal itu sebagai tingkah masyarakatnya yang semakin aneh-aneh saja. Saat membuka pertandingan sepak bola dan bola voli persahabatan antara tim karyawan Pemkab Tangerang melawan para atlet TNI Angkatan Udara, ia mengaku pihaknya cukup dipusingkan dengan pernasalahan seperti itu.
Joniansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|