|
Tangerang
Hutan Bakau Mau Dijadikan Pelabuhan Ikan
Sabtu, 16 April 2005 | 19:50 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Pemerintah Kabupaten Tangerang meminta agar pemerintah pusat dapat segera memberikan izin pembangunan Pelabuhan Ikan Samudera di Kampung Suryabahari, Desa Cituis, Kecamatan Pakuhaji. Rencananya Pelabuhan Ikan Samudera yang akan dibangun diatas lahan seluas 40 hektar dengan dana ratusan milyar rupiah ini merupakan pelabuhan terbesar di Pulau Jawa menyaingi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Merak, Banten.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Tangerang, Maryoso, pembangunan pelabuhan ini sebenarnya sudah bisa dilakukan sejak dua tahun lalu, karena uji kelayakannya sudah dilakukan. Begitu juga dengan investor sudah siap mengucurkan dananya.
Namun, rencana ini terbentur oleh perijinan penggunaan lahan dari Departemen Kehutanan yang mengklaim lahan tersebut adalah lahan mereka."Pengajuan izin kelautan sudah dua kali, tapi sampai sekarang belum ada balasannya,"ujar Maryoso ketika dihubungi Sabtu (16/4).
Lahan yang akan dibangun pelabuhan tersebut, menurut Maryoso, dulunya adalah hutan bakau. Tapi kini, lahan tersebut adalah lahan yang telah rusak karena abrasi dan bekas tambak-tambak yang sudah tidak berfungsi lagi. Sulitnya mendapatkan ijin penggunaan lahan dari Departemen Kehutanan itulah, menurut Maryoso, membuat kesempatan mendapatkan bantuan dari pemerintah Jepang hilang begitu. "Ketika kami melakukan uji kelayakan awal ada bantuan dari Jepang, tapi karena tidak ada kepastian, bantuan itupun ditarik kembali,"katanya.
Jika Pelabuhan Ikan Samudera itu terealisasi, menurut Mayroso, akan berpengaruh besar terhadap perkembangan dan pertubuhan ekonomi di wilayah Utara Kabupaten Tangerang . "Adanya pelabuhan besar tersebut, sangat sesuai dengan kondisi masyarakat diwilayah itu yang sebagian besar bermata pencarian sebagai nelayan,"katanya.
Joniansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|