Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Awas Taksi Rampok
Sabtu, 16 April 2005 | 15:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Asyas Tasya Mustika, 28 tahun, bersama janin laki-laki usia 5 bulan yang dikandungnya harus berjuang melawan tiga orang perampok di dalam taksi, Jumat (15/4) malam. "Saya takut mati, tapi saya juga tidak rela jerih payah saya diambil begitu saja. Tapi saya paling takut kehilangan bayi saya,"ujar Asyas ketika ditemui tempo di kamar 3312 Rumah Sakit Pondok Indah, Sabtu (16/4).

Kejadian bermula ketika Asyas selesai berbelanja beberapa potong baju hamil di Melawai Plaza. Hujan cukup deras, hingga Asyas kurang memperhatikan taksi yang ditumpanginya. "Tadinya saya pikir Blue Bird,"ujarnya. Ia hendak pulang ke kediamannya di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Namun ternyata, sopir taksinya tidak memakai seragam blue bird, ID dan foto juga tidak ada. Sepanjang perjalanan, sopir menyalakan tape lagu Krisdayanti dan Jikustik dengan keras, tidak menggubris permohonan Asyas untuk mengecilkan suara tape.

Kecurigaan Asyas menjadi kenyataan. Taksi berbelok ke arah kiri sebelum pasar Cipete. Gelap dan sepi. Tiba-tiba dua orang tak dikenal masuk taksi dan duduk di sebelah kanan dan kiri korban. Taksi pun kembali melaju.

Sepanjang perjalanan Asyas terus diancam dengan keris, pistol, pukulan, cekikan, dan makian. "Saya sempat dua kali memberikan pin ATM palsu, tapi ketahuan,"ujarnya. Menjelaskan trik yang dilemparkannya dalam keadaan panik. Namun, Asyas tak mampu berbuat apa-apalagi ketika pelaku mulai menendang perutnya yang sedang berisi. "Saya pasrah, saya berikan nomor pin ATM yang asli,"katanya.

Asyas diturunkan di daerah Nagrak Cibubur. "Saya dilempar dan terguling di pinggir jalan. Untung ada banyak rumput,"katanya.Ia bersyukur karena dokter menyatakan dirinya dan janin yang dikandungnya hanya mengalami sedikit stres. Namun, para perampok tersebut berhasil mengambil cincin kawinnya, kalung emas berliontin giok hijau, 2 HP Sony Ericson, uang Rp 6 juta dari ATM BCA, dan Rp 1 juta dari ATM Mandiri.

Indriani Dyah S

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Seorang perampok ditangkap aparat kepolisian di Kalibata, Jakarta, 12 Juni 2003. [TEMPO/ Santirta M; K15A/474/2003; 20030627].
Perampok

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Gadungan Rampas Sepeda Motor
Jepang Akan Hibahkan Kapal Patroli
Perompak Tugboat Jepang Berciri Kapal Nelayan Malaysia
Kerugian Pegadaian Tajur Menjadi Rp 3,7 Miliar
Polda Tangkap Lagi Satu Perampok Kelompok Medan
Pelaku Perampokan Pegadaian Bogor Teridentifikasi
Satpam Pegadaian Bogor Masih Shock
Pegadaian Bogor Dirampok, Kerugian 1 Miliar Lebih
Sekelompok Orang Tak Dikenal Gedor Rumah Staf Ahli MK
Enam Perampok Emas di Tengah Keramaian
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data