|
Jakarta
Dirut Duren Sawit: Dana Rp 1,2 miliar Bukan Kelebihan Pembelian
Jum'at, 15 April 2005 | 20:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duren Sawit, Jakarta Timur Asyah Suroto Gunari membantah jika dana Rp 1,2 miliar adalah kelebihan pembelian alat kesehatan di rumah sakitnya. "Itu sisa mati lelang dan sudah dikembalikan ke kas daerah. Itu 20 persen dibawah owner estimate yang kami ajukan," kata Asyah ketika dihubungi Tempo, Jakarta, Jum\'at (15/4).
Menurut dia, sesuai peraturan yang ada dalam lelang tersebut tidak dicantumkan merk peralatan. Kendati demikian, dia mengklaim bahwa seluruh spesifikasi sudah sesuai dengan dokumen anggaran satuan kerja (DASK). Dia juga menjamin, peralatan yang dibeli berkualitas tinggi. Alasannya, lelang dilakukan bersama dengan PT. Indorama Global Medika (PT IGM) yang merupakan badan usaha milik negara yang besar.
Dia juga membantah, jika penunjukkan PT. IGM tidak dilakukan melalui tender. "Semua dilakukan melalui tender. Bahkan, ada 14 yang mendaftar. Kami seleksi dengan ketat" katanya. Namun, ketika Tempo mencoba bertanya tentang Komite Medik, telepon seluler Asyah mati dan beberapa saat kemudian tidak bisa dihubungi lagi.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Hizbiyah Rochim mengungkapkan ada selisih pembelian alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Duren, Jakarta Timur pada tahun 2004 sebesar Rp 1,2 miliar. “Anggaran (APBD 2004) Rp 6,65 miliar dan dibeliin Rp 5,3 miliar. Jadi sisa Rp 1,2 miliar, “ kata Hizbiyah usai rapat dengar pendapat dengan pihak RSUD Duren Sawit di kantor DPRD, Jakarta, Jum’at (15/4).
Sebelumnya, Ketua Komisi E Dani Anwar mengatakan bahwa berdasarkan hasil kunjungannya, ditemukan ketidaksesuaian merk dan spesifikasi alat kesehatan di RSUD Duren Sawit. Ketidaksesuain terlihat dari dokumen anggaran satuan kerja (DASK) dan surat kontrak pembelian.
ewo raswa
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|