|
Jakarta
Unjuk Rasa Potensi Ganggu KAA
Kamis, 14 April 2005 | 20:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menilai potensi gangguan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) bukan pada teror bom melainkan unjuk rasa. Hal tersebut dikatakan Kepala Polda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani, Kamis (14/4).
"Menurut saya, dengan beberapa permasalahan, baik masalah Ambalat, masalah-masalah BBM, dan masalah-masalah lainnya, ketidakpuasan masyarakat merupakan ancaman yang paling mungkin,” ujar Firman. Dia menjelaskan, unjuk rasa berlebihan adalah yang mengarah kepada anarkis.
Kepolisian berjanji tidak akan menghalang-halangi masyarakat yang ingin melakukan unjuk rasa. "Kami tidak akan menindak unjuk rasa. Kenapa? Karena unjuk rasa itu diperbolehkan. Dibenarkan oleh undang-undang,” kata Firman.
Dia memperingatkan bahwa bentuk tindakan hukum atas unjuk rasa anarkis adalah dengan melakukan penangkapan. “Jika sudah menghina Presiden dan Wakil Presiden. Menghina lambang-lambang negara, (foto) presiden, merah putih, kami tangkap" katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap memperhatikan beberapa kejadian belakangan ini, terutama ancaman bom yang dilayangkan ke beberapa gedung perkantoran, pusat bisnis, dan pusat perbelanjaan. Untuk itu, dia mengaku tetap berjaga-jaga antas ancaman bom, karena dua otak peledakkan bom di beberapa tempat, DR Azahari dan Noordin M. Top belum tertangkap. "
raden Rachmadi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|