|
Bekasi
170 Ribu Anak di Kota Bekasi Tak Sekolah
Kamis, 14 April 2005 | 11:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Selama satu tahun ini tercatat, 170 ribu anak usia sekolah (7 tahun-15 tahun) tidak dan belum dapat melanjutkan pendidikan sekolah di Kota Bekasi. "Ribuan anak di Kota Bekasi, sekarang tidak sekolah di usia wajib belajar 9 tahun," kata Ketua Komisi D DPRD, Zubaidi Asnan, Kamis (14/4) kepada Tempo.
Zubaidi menyebutkan, data anak yang kurang mujur itu merupakan data terakhir yang diperoleh legislatif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bekasi. "Padahal minat sekolah anak-anak itu masih tinggi," ujar dia.
Dia menjelaskan, latar belakang siswa tak mujur itu karena terkendala masalah ekonomi keluarga. "Masalah utamanya karena, keluarga mereka tidak mampu membiayai, jadi bukan disebabkan masalah mereka tidak mau sekolah," tutur anggota Fraksi Partai Amanat Nasional Kota Bekasi ini.
Zubaidi mengatakan, untuk penanganan anak usia sekolah yang tak mamu bersekolah ini diakui sangat sulit dilakukan pemerintah daerah. Sedangkan, APBD 2005 sendiri di sektor pendidikan belum memihak kepada anak-anak Gakin. "Sebagian besar anggaran baru untuk fisik bangunan gedung," kata dia.
Adapun program pemberian bantuan beasiswa yang dilakukan pemerintah daerah, kata Zubaidi, merupakan upaya yang baru bisa secara bertahap. Karena itu, dia berharap, penyaluran dana kompensasi bahan bakar minyak nantinya, dapat menangani fenomena anak tidak sekolah di Kota Bekasi.
Dewan berharap dana kompensasi dari pemerintah pusat itu diberikan sesuai dengan jumlah anak yang betul-betul membutuhkan dan sesuai jumlah di lapangan. Namun, saat ini, bantuan dari pusat itu belum diterima Kota Bekasi. "Sekarang ini kita belum menerima dana kompensasi pendidikan itu," kata dia.
Dewan sendiri pernah menghitung kebutuhan anggaran untuk anak gakin tidak sekolah, kata Zubaidi. Pemecahan yang dapat dilakukan pemerintah daerah sendiri dengan mengalokasikan APBD setiap tahun sebesar Rp 15 milyar. "Menghitungnya sesuai kebutuhan, tiap satu anak Rp 1,5 juta tiap tahun (untuk seragam, SPP, dan buku)," kata dia.
siswanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|