|
Bogor
690 Siswa Huni Sekolah Nyaris Ambruk
Rabu, 06 April 2005 | 17:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyakb 690 siswa SD Negeri Rawa Gempoldi Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang kini terancam keselamatannya. Pasalnya, sudah hampir dua tahun ini mereka terpaksa belajar di ruangan rawan bahaya. Gedung sekolah yang dibangun tahun 1970-an itu rusak parah dan nyaris ambruk.
Apabila hujan datang gedung sekolah mereka banjir, menggenangi ruangan kelas dan jadi sarang hewan kodok. Jumlah kodok tersebut semakin banyak bila hujan deras datang sehingga warga setempat menyebutnya sekolah sarang kodok.
Pengamatan Tempo, gedung yang dihuni ratusan siswa SD ini memang kerusakannya sudah kelewat parah. Bagian atap gedung siap ambrol, internet sudah tidak ada, atap genting sudah banyak yang pecah dan hilang. Kayu-kayu penyangga atap sudah terlihat lapuk dan melengkung kebawah tidak kuat menahan beban. Jendela kelas nampak tidak berdaun lagi sehingga membuat bebas angin dan udara dari luar masuk kedalam.
Cat didinding gedung sekolah sudah tidak terlihat lagi semakin membuat gedung sekolah itu
kusam seperti bangunan tua tidak berpenghuni. Jumlah lokal kelasnya sebanyak enam ruang belajar, satu diantaranya sudah tidak bisa digunakan lantaran sudah ambruk terlebih dahulu. Celakanya, kelas itu ambruk sudah dua tahun lalu dan tak selama ini tak tersentuh perbaikan. Lokal lainnya, kondisinya memprihatinkan juga dan siswa terpaksa tetap menggunakannya dengan mempertaruhkan keselamatan mereka dari ancaman bahaya robohnya bangunan yang bisa terjadi setiap saat.
Kerusakan rupanya terjadi di rumah dinas kepala sekolah yang berada di areal itu. Bangunan ini sudah disulap menjadi ruang kantor sekaligus ruang guru. Para guru berjumlah tujuh orang mau tak mau berdesak-desakan di ruang itu, ditambah tak tersedia kursi dan meja, yang ada
Cuma meja kepala sekolah saja.
Mamun, salah satu guru, mengaku pihak sekolah cuma bisa pasrah. "Bagaimana lagi, beginilah kedaanya. Kalau hujan kebanjiran kerena atapnya sudah pada bocor, pokoknya tidak
tidak nyaman untuk kegiatan belajar," ujarnya.
Joniansyah-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|