|
Penertiban Taksi Bandara
Sopir Taksi Non-Blue Bird Mengeluh
Senin, 04 April 2005 | 15:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sejumlah sopir taksi non-Blue Bird mengeluhkan cara baru penertiban taksi yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Mereka menilai, sistem baru yang diterapkan oleh pihak PT Angkasa Pura II itu hanya menguntungkan taksi milik grup perusahaan Blue Bird. “Penumpang sepi. Mereka lebih suka memilih taksi Blue Bird,” keluh Syamsuddin, sopir Dian Taksi, Senin (4/4).
Penertiban taksi di kawasan Bandara ini sudah berlangsung tiga hari. Sebelumnya, siapa pun penumpang yang hendak memakai taksi harus menerima taksi yang berada di antrean terdepan, tak peduli dari perusahaan taksi mana pun. Kini, setelah pengawasan dilakukan langsung oleh PT Angkasa Pura, penumpang bebas memilih taksi yang mereka mau meski taksi itu tidak ikut dalam antrean menunggu penumpang. Manajemen Angkasa Pura II menjamin, dengan sistem baru itu, tidak akan ada aksi kejahatan lagi. “Untuk pelayanan taksi sekarang, tidak ada pungutan liar lagi,” kata Direktur Utama PT. Angkasa Pura II, Edie Haryoto (Koran Tempo, 2/4).
Cara baru inilah yang dikeluhkan para sopir taksi non Blue Bird. Sekarang, meski sudah antre berjam-jam, taksi non Blue Bird belum tentu mendapat penumpang. Menurut Syamsudin, dengan cara baru ini, dia khawatir target setoran Rp 200 ribu sehari tak akan tercapai. “Yang laris makin laris, yang nggak laku makin nggak laku,” keluhnya.
Sebaliknya, para calon penumpang merasa cara baru ini lebih melegakan. “Saya pakai Blue Bird aja, selain aman, pelayanannya juga lebih bagus,” kata Susan, calon penumpang yang hendak ke Jakarta.
Kemarin, suasana yang terlihat di kawasan Bandara memang berbeda dari sebelumnya. Tiap beberapa menit, anggota satuan tugas bandara memanggil sopir taksi Blue Bird atau Gamya (satu grup dengan Blue Bird) melalui pengeras suara. Sedangkan di jalur antrian, para sopir non grup Blue Bird hanya bisa menunggu datangnya penumpang yang mau naik ke taksi mereka.
Ayu Cipta
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|