Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Assegaf: Kesaksian Wewen Penuh Misteri
Sabtu, 02 April 2005 | 17:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ada satu kesaksian yang misteri dalam sidang Adiguna Sutowo yang digelar Kamis (31/3) kemarin. "Terutama kesaksian dari saksi Werner Saferna alias Wewen," ujar pengacara Adiguna Muhammad Assegaf dalam jumpa pers yang digelar keluarga Adiguna di Executive Club, Sabtu (2/4).

Assegaf menjelaskan, saksi Wewen yang pada dini hari (1 Januari 2005) itu datang ke Island Bar Fluid Club Hotel Hilton, dalam kesaksian di persidangan, mengaku setelah dia mendengar tembakan, dalam hitungan detik pistol tersebut diserahkan ke Wewen oleh Adiguna. Wewen tidak melihat tembakan tersebut, tetapi setelah bunyi tembakan ia melihat pistol di tangan Adiguna terarah ke tubuh korban Yohanes Brahman Haerudi Natong.

Dalam persidangan, menurut Assegaf, Wewen mengaku ketakutan dan panik. Pemikiran Assegaf, secara logika apabila seseorang itu panik, ketika mendapat pistol dari orang tak dikenal maka yang bersangkutan akan membuang atau memberikan pistol tersebut ke aparat. "Tapi kenyataannya tidak, justru dibawa pulang dan menyimpan pistol itu di rumah," ujar Assegaf.

Keanehan lain menurut Assegaf adalah pernyataan saksi kepada hakim bahwa dirinya tidak mempunyai pengetahuan tentang senjata. "Tetapi senjata itu ia buka, dan pelurunya di buang ke WC," jelas Assegaf. Hal itu menurut Assegaf berarti Wewen mempunyai kemampuan mengeluarkan peluru dari laras Revolver model Airlite kaliber 22 LR jenis S&W. Dalam kesaksian di persidangan,Wewen memang menyebut peluru dari senjata api tersebut jatuh ketika dia membuka revolver.

Assegaf menambahkan, setelah mengaku agak tenang, Wewen baru menyerahkan senjata tersebut ke polisi beserta peluru yang sudah ia buang ke WC. "Lima hari kemudian katanya WC dibongkar dan peluru-peluru masih diketemukan. Apakah logis memelihara kepanikan sampai lima hari lamanya?," ujar Assegaf.

Indriani Dyah S

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
R Mulawarman saat memberikan kesaksian pada sidang kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dengan terdakwa Tommy Soeharto di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rabu, 24 April 2002. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20020402]. Hakim menunjukkan bukti senjata api (pistol) kepada saksi R Mulawarman (kanan), Juan Felix Tampubolon (tengah) dan Tommy Soeharto pada  sidang kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dengan terdakwa Tommy Soeharto di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rabu, 24 April 2002. ( Senjata tersebut diduga merupakan alat yang digunakan R Mulawarman dan Noval Hadad untuk membunuh Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita pada tahun 2000). [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20020402].
R Mulawarman
Pengadilan Kasus Pembunuhan Syafiuddin
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Assegaf: Ada yang Misterius dalam Kasus Adiguna
Pihak Keluarga Nilai Pemberitaan di Media Rugikan Adiguna
Tersangka Pembunuh Datang Diantar Saudara Korban
Saksi: Adiguna yang Tempelkan Pistol
Dua Saksi Karyawan Hilton Tidak Lihat Penembak Rudi
Polres Bekasi Gelar Perkara Pembunuhan Febi
Pembunuh Febrina Ditangkap
Mayat di Manggarai Selatan Dikira Kambing
Ketut Sunu Diancam Hukuman 20 Tahun
Saksi Menemukan Senjata Tajam Berdarah
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data