Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Sopir Taksi Serba Salah dengan Kenaikan Tarif
Sabtu, 02 April 2005 | 17:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rencana kenaikan tarif taksi mulai Senin, 4 April, dinilai beberapa pengemudi taksi bukan sebagai hambatan. "Ya memang harus naik," kata Ahmad Rasiman, pengemudi taksi Primer Taxi kepada Tempo, di depan Mall Cijantung Jakarta Timur, Sabtu (2/4).

Pria yang sudah menjadi pengemudi taksi sejak 1978 ini mengatakan saat ini setorannya Rp 225 per hari. "Kalau tarif naik pasti setoran naik juga," tambahnya. Namun ia belum dapat menjelaskan berapa kenaikan setoran tersebut. "Itu kebijakan perusahaan," katanya.

Kendati setoran akan naik, ia mengaku itu bukanlah kendala utama. Selama ini, menurutnya, setoran tersebut dapat dipenuhi walau memang uang yang dibawanya pulang menjadi lebih sedikit. Ahmad mengatakan, kendala utama yang dihadapinya menjadi pengemudi taksi di Jakarta ini adalah kemacetan.

"Kalau terjebak macet satu jam dengan penumpang, paling dapat Rp 13 ribu," katanya. Padahal menurut perhitungan minimal dalam satu jam ia harus mendapatkan Rp 20 ribu untuk menutup biaya bahan bakar dan agar sisa uang yang ia peroleh masih lumayan. Bisa dibayangkan bila ia terjebak macet selama satu jam dengan taksi kosong. "Berarti saya harus cari penumpang untuk nutup biaya satu jam terjebak macet itu," katanya lagi.

Ia mengaku serba salah karena jika tarif dinaikkan dan setorannya ikut naik, ditakutkan jumlah penumpang akan menurun. Namun jika tidak dinaikkan, ia pun tidak mendapatkan komisi yang sesuai. "Bayangkan saja, saya kerja 20 jam sehari masa hanya dapat Rp 25 ribu. Itu kan nggak wajar," ujarnya.

Sementara itu, M. Deddy pengemudi taksi Blue Bird mengatakan walau perusahaannya menerapkan sistem komisi bukan setoran, namun ia tetap harus menyetorkan minimal Rp 310 ribu per hari. "Nanti kalau sudah naik saya dengar malah jadi Rp 425 ribu," katanya. Tapi di tidak khawatir dengan sepinya penumpang kendati tarif sudah dinaikkan.

Nofi Triana Firman

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
DERETAN TAKSI, PRESIDEN DLL [ BODI CH / DOK TEMPO; R1A/418/96; 20000203 ]. DERETAN TAKSI BLUE BIRD [ ROBIN ONG; 06D/193/91; 20000203 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gubernur Sutiyoso: Tarif Taksi Hanya Batas Atas
YLKI: Kenaikan Tarif Taksi Tidak Rasional
Tarif Taksi Naik Lebih dari 30 Persen
Tarif Baru Taksi Jakarta Sudah di Meja Gubernur
Tarif Angkutan Naik 7-10 Persen
Tarif Dasar Listrik Oktober Tergantung Kurs
Organda Usulkan Kenaikan Tarif 20-30 Persen
Gamya Tuding Blue Bird Lakukan Aksi Teror


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Lawan Georgia, Italia tanpa Gattuso
KPU Tak Risau Aksi Massa Gus Dur
Dibantu Lemak Badan, Seorang Pria Terhindar dari Maut
Citarasa Kolak Campursari
PKB Surakarta Belum Kerahkan Massa ke KPU

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data