|
Depok
Koalisi Enam Partai Tak Buat PKS Gentar
Kamis, 31 Maret 2005 | 12:24 WIB
TEMPO Interaktif, Depok:Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok mengaku tidak gentar dengan enam partai yang membentuk koalisi bersama untuk menggolkan Badrul Kamal sebagai wali kota pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 26 Juni.
Ketua PKS Pilkada Center Amang Syafruddin mengatakan tetap optimis mengusung Nur Mahmudi Ismail sebagai calon wali kota Depok. "Berdasarkan analisa partai dan masyarakat, yang membentuk koalisi hanya elite partainya dan anggota partai yang duduk di Dewan (DPRD)," katanya kepada Tempo, Kamis (31/3).
Amang mencontohkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menurutnya tidak akan lepas dari warga Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan bakal calon wakil wali kota dari PKS adalah Yuyun Wirasaputra yang merupakan penasihat NU Kota Depok. "Kami tetap yakin warga NU akan berpihak pada kami," katanya.
Amang mengatakan, koalisi dengan partai cukup penting tapi koalisi dengan akar rumput (grass root) jauh lebih penting. "Kekuatan PKS lebih concern untuk berkoalisi dengan rakyat," ujarnya.
Untuk menjalin koalisi dengan rakyat itu, PKS kini aktif melakukan kunjungan dan silaturahmi ke para tokoh masyarakat dan pengajian-pengajian. Nur Mahmudi juga tiap bulan mengadakan gerak jalan dengan para warga.
Warga Muhammadiyah, kata dia, juga turut didekati. "Intinya, kami akan melakukan kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat," ujarnya.
Launching pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari PKS pada pertengahan April 2005 medatang, menurut Amang, tidak akan mengundang para pejabat pemerintahan secara formal.
Amang menilai kehadiran pejabat pemerintah yang dengan jelas-jelas menggunakan atribut dan fasilitas pemerintah, seperti mobil dinas, saat menghadiri deklarasi Badrul Kamal, perlu diluruskan. "Seharusnya hal itu menjadi catatan Badan Pengawas Daerah (Bawasda)," ujarnya.
Suliyanti Pakpahan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|