Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta Barat

Daya Beli Menurun, Keuntungan Pedagang Menipis
Selasa, 29 Maret 2005 | 21:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Daya beli masyarakat Kota Bogor cenderung menurun untuk belanja sembako, sayur mayur, daging dan ikan di sejumlah pasar tradisional. Sedangkan para pedagang mengaku keuntungan mereka menipis untuk mempertahankan stabilnya harga barang di pasaran. Kedua kondisi tersebut, menurut para pedagang di beberapa pasar tradisional Kota Bogor, merupakan salah satu imbas dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), pada awal Maret lalu.

Keluhan yang sama diungkapkan para pedagang pasar Kebon Kembang Kota Bogor saat dilakukan operasi pasar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Bogor, Bambang Hermanto bersama Kepala Gudang Bulog Darmaga, Bogor, Asep Tadjudin, yang mewakili Kepala sub Divisi Regional Bulog Cianjur, Selasa (29/3).

"Terus terang pak kami jarang menaikan harga meskipun harga BBM naik, daripada menaikan harga lebih baik keuntungan untuk kami dikurangi," ujar H Endang, pedagang Sembako kepada Kepala Disperindag dan Kepala
Gudang Bulog Bogor.

Pedagang beras yang sudah berjualan sejak 15 tahun ini mengatakan ketika awal kenaikan BBM harga jual beras rata-rata naik Rp 200, namun hanya bertahan seminggu harga tersebut kembali ke awal. Endang mencontohkan harga beras jenis 'Segon' yang pernah dijual dengan harga Rp 2500 kini kembali menjadi Rp 2.300. "Sebelum BBM naik harga beras Rp 2.300, sempat naik Rp 200 tapi sekarang kembali ke harga semula," tutur Endang.

Kondisi yang sama dialami oleh pedagang daging sapi, sebenarnya harga daging sapi sudah naik, tetapi tetap dipertahankan harganya Rp 42.000, karena mereka lebih memilih menjaga hubungan dengan pelanggannya, padahal harga pasaran daging sapi di Pasar Bogor dan Pasar Induk Jambu Dua Rp 45.000. "Kalau kami menaikan harga menjadi Rp 45 ribu, pelanggan saya nanti lari, lebih baik mengurangi keuntungan," kata Effendi salah satu pedagang daging.

Selain stabilnya harga sembako, ada juga yang harganya turun yakni daging ayam potong, dari harga Rp 14 ribu turun menjadi Rp 12 ribu per ekor, harga telur ayam Rp 7.500 menjadi Rp 6.000. hal ini berkaitan dengan isu penyakit flu burung yang menyebar di beberapa daerah. "Harga lainnya ada yang naik dan stabil, tetapi harga telur dan daging ayam justru turun," kata Hj Maemunah.

deffan p

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes oleh Forkot dengan spanduk bertuliskan Sutiyoso pelanggar HAM di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta tanggal 6 Juni 2000 [TEMPO/ Bernard Chaniago; 30d/098/2000; 2000/06/19]. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso berpidato dalam acara peresmian pemancangan tiang pertama pembangunan proyek
Sutiyoso
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemda Masih Kaji Pembangunan Gedung DPRD
Pasar Baru Kota Bekasi Dibanjiri Gula Impor
Warga Jakarta Barat Harapkan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Mobil Tramtib Dibakar Massa di Salemba
Larangan Masuk Fly Over Diprotes
Tiga Rumah Sakit Daerah Berubah Status
Pembangunan Monorail Jakarta Terhambat Dana
Lampu Mati, Balaikota Lumpuh
Anggota Komisi Perdagangan DPR Minta Pembangunan Pasar Tanah Abang ditunda
Travel Warning Amerika Tak Pengaruhi Target Pariwisata DKI
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
UU RI No.25 Thn.1999 Tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
UU RI No. 34 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara RI Jakarta
PP RI No.63 Thn 2002 Tentang Hutan Kota
> selengkapnya...

Website

Situs Transjakarta-Busway
Info Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data