Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Dua Kali Beri Obat Kadarluarsa, Seorang dokter dilaporkan ke Polda
Senin, 28 Maret 2005 | 13:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang dokter Yayasan Hijau Putih yang juga berpraktek di Rumah Sakit AURI Jakarta Timur, dr. Eri Supriadi, memberikan salep kadarluarsa kepada pasiennya. "Yang pertama kadarluarsa 2000 yang kedua 2002," kata Kundrat Asriansyah dari Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan kepada wartawan, Senin (28/3).

Karena kejadian ini, keluarga pasien yang baru berumur 3 tahun, Shealfiro MP melaporkan dokter itu ke Polda Metro, Senin siang. Korban tidak bisa ikut hadir karena sedang sakit panas, demikian pula kedua orang tuanya.

Kundrat menambahkan, ada tiga kesalahan dari pemberian salep tersebut. "Kadarluarsa, tidak terdaftar, dan salah obat. Obat tersebut sebenarnya untuk luka, padahal keluhan pasien adalah gatal-gatal," ujarnya.

Kejadian bermula saat usai melakukan operasi hernia di Rumah Sakit Cipto Mangukusomo, korban masih mengalami bengkak di kantong buah zakar. Akhirnya, pada November 2004, orang tua korban memeriksa putranya ke Yayasan Hijau Putih yang beralamat di Jalan H. Samali No.15 Kalibata Jakarta Selatan.

Oleh dokter Candra, korban dioperasi untuk disedot cairan di dalam kantong zakarnya. Namun pada Januari 2004, korban mengalami gatal-gatal di bekas jahitan dan bekas sedotan cairan operasi. Keluarga korban kembali membawa ke Yayasan Hijau Putih.

dr. Eri Supriadi memeriksa korban dan memberikan obat Betamethasone Cream USP 23 (meheco). Setelah pemakaian obat tersebut korban merasakan gatalnya bertambah parah. Akhirnya korban dibawa keluarganya ke dokter ahli kulit di daerah Bintaro. Oleh dokter tersebut, obat yang diberikan oleh dr. Eri Supriadi dinyatakan sudah kadarluarsa lima tahun lamanya karena pada tube-nya tercetak exp 7/2000. Selain itu dokter tersebut juga menyatakan fungsi obat itu bukan untuk gatal-gatal melainkan untuk obat luka.

Keluarga korban kembali menemui dr. Eri Supriadi. Dokter tersebut mengatakan bahwa korban terkena jamur dan kemudian memberikan obat berupa salep jenis Clorimaze Cream 1% USP. Setelah dioleskan pada korban ternyata gatal-gatalnya tidak sembuh dan bertambah parah. Ternyata, pada tube obat tersebut tercatat ICO.04 Nov.02 IDA.

Berdasarkan penuturan Kundrat, pada tubuh korban terdapat luka-luka menyerupai borok dari bekas operasi hingga ke kepalanya. Namun korban masih bisa bergerak seluasa.

Dalam Kasus ini, menurutnya, dokter tersebut dapat dijerat dengan pasal 360 KUHP mengenai kelalaian yang menyebabkan cacat atau luka seseorang. Saat ini korban bersama keluarganya tinggal di Jalan Bhakti I No.72 RT03/11 Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Tangerang.

indriani/b>

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tentara/ pasukan anti huru hara/ PHH Kostrad berjaga-jaga saat protes badan eksekutif mahasiswa/ BEM se Indonesia di depan Istana Negara, Jakarta, 12 Maret 2001.  Foto: Bernard Chaniago/ TEMPO. Massa PDI pro Megawati Soekarnoputri duduk di depan deretan polisi anti huru hara/ PHH saat mimbar bebas di depan kantor PDI Jalan Diponegoro, Jakarta, 1996 [ Dok. TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/387/1996; 20010228].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polda Metro Jaya Turunkan 16 Ribu Personil Amankan Paskah
Summitmas Tower Diancam Bom
Polisi Diduga Larikan 4 Mobil Sewaan
Terjadi Penembakan di Depan Rumah Dinas Jampidsus
Polda Sidik Penggelapan di Perum Peruri
Dokter RS Fatmawati Menolak Mengakui Malpraktik
Industri Bisa Dapat Minyak Murah dari Pangkalan Liar
Besok Polisi Serahkan 17 Tersangka Korupsi DPRD Depok
Polda Tangkap Lagi Satu Perampok Kelompok Medan
Bus Mayasari Tabrak Dua Sepeda Motor
> selengkapnya...


Referensi

Penjelasan Menteri Kesehatan Tentang Praktek Kedokteran (Termasuk Malapraktek)
Profil Kapolda Metro Jaya

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Situs Anti-Narkoba Polda Metro Jaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data