|
Jakarta
Penurunan Penjualan Ayam Kampung Terjadi di Dua Pasar
Kamis, 24 Maret 2005 | 18:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Berkaitan dengan merebaknya isu flu burung, sejumlah pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur mengeluhkan penurunan jumlah penjualan ayam kampung akhir-akhir ini.
Ade, 30 tahun, seorang pedagang ayam kampung di sana, mengatakan bahwa penjualannya menurun drastis dibandingkan biasanya. "Saya nggak mengerti kenapa, mungkin juga karena flu burung," katanya, Kamis (24/3). Ia mengatakan, biasanya dalam sehari ia menjual sekitar 40 potong ayam, namun beberapa hari belakangan ini hanya 15 ekor ayam per hari.
Harga ayam kampung pun, menurut Ade, mengalami penurunan. "Tadinya harga ayam kecil Rp 25 ribu per ekor tapi sekarang cuma Rp 15 ribu," katanya. Sedangkan untuk ayam ukuran besar, saat ini ia menjual seharga Rp 40 ribu, padahal sebelumnya bisa mencapai Rp 50 ribu.
Karena maraknya isu flu burung ini, Ade mengaku membatasi pembelian ayam dari Sukabumi. "Biasanya setiap hari saya beli ayam dari Sukabumi, sekarang dua hari sekali saja," tambahnya.
Hal yang sama terjadi di Pasar Klender, Jakarta Timur. Sarimun, 35 tahun, pedagang ayam kampung di sana, biasanya dapat menjual sampai enam ekor ayam per hari. Sekarang, kata dia, ia hanya menjual sekitar tiga ekor ayam. "Sisanya sampai terpaksa saya buang," katanya menambahkan.
Kendati pedagang ayam mengeluhkan penurunan penjualan mereka, sebagian besar masyarakat tampak tidak terpengaruh dengan isu menyebarnya flu burung. Ita Anura, 27 tahun, warga Duren Sawit Jakarta Timur, mengatakan, ia masih mengkonsumsi ayam walau mendengar berita tentang flu burung. "Saya sih cuek saja," katanya.
Bentuk antisipasi dari permasalahan ini, menurut pengakuannya, adalah hanya membeli ayam kampung di pasar dengan alasan untuk mendapat daging ayam yang lebih segar. Ketika ditanya apakah ia mengerti bagaimana cara penularan flu burung tersebut, ia mengaku tidak mengerti namun ia tetap tidak khawatir dan tetap mengkonsumsi daging ayam.
Dari pengamatan Tempo di sejumlah restoran siap saji yang menyajikan ayam goreng terlihat hampir semua orang yang bersantap di sana memesan menu daging ayam. Yanti, 24 tahun, ketika ditemui di McDonald Arion Plaza, Jakarta Timur mengatakan, ia tidak khawatir dengan flu burung. Karena, menurutnya, flu burung tersebut hanya bisa menyerang ayam yang umurnya lebih tua. Sedangkan ayam potong untuk konsumsi manusia usianya lebih muda.
Nofi Triana Firman
INDEKS BERITA LAINNYA :
|