Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Mayat di Manggarai Selatan Dikira Kambing
Selasa, 22 Maret 2005 | 15:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembunuhan terhadap Arsin Dian Saputra (17) terjadi dini hari tadi pukul 03.06 WIB di Jalan Manggis Selatan, Manggarai Selatan, Jakarta Selatan. Menurut Andre (26) saksi mata kejadian, ia melihat Sugi tetangganya keluar dengan menenteng balok kayu.

Saat itu Andre sedang bermain kartu dengan tetangga yang lain kira-kira tujuh meter dari tempat kejadian perkara. Pak Sugi keluar dari rumah sambil berteriak maling. "Ia (Sugi) curiga karena beberapa hari yang lalu ada maling di daerah itu,"ujar Andre.

Mereka melihat seseorang berhenti di daerah itu. Awalnya mereka mengira orang tersebut mencuri kambing. "Saya melihat ada seperti kambing yang ternyata mayat Arsin yang terbungkus dengan mantel hujan,"kata Andre.

Saksi dan Sugi sempat memukul tersangka. "Kami sempat memukul saya dengan tangan dan pak Sugi dengan balok kayu,"katanya. Akibatnya, helm tersangka lepas dan tersangka kabur. "Karena keadaan gelap, kami belum bisa memastikan siapa orangnya. Dari ciri-ciri, rambut cepak dan gayanya saya mengira dia itu Wawan,"ujar Andre. Setelah itu barulah mereka mengetahui bahwa benda yang diduga kambing yang diletakkan di dekat tong sampah adalah mayat Arsin.

Motor tersangka yakni Suzuki Smash dengan plat nomor B 7827 SEB tertinggal di lokasi kejadian. "Motor tersebut seperti berplat bodong,"katanya. Mayat korban sendiri dalam kondisi tangan terikat disenderkan di tong sampah. Luka memar terdapat di kedua mata, tengkuk dan lengan kiri.

Korban diketahui pernah mengenyam pendidikan di SMP Negeri 145. Tiga bulan yang lalu dia berhenti sekolah karena tidak naik kelas dan masih menunggak uang SPP. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Ali (40) ayah korban. Korban merupakan putra kedua dari lima bersaudara. Menurut ayahnya korban dan tersangka berteman baik. "Selama ini ia saya larang berteman dengan Wawan (tersangka),"katanya.

Menurut Ali, Wawan dikenal sering meresahkan masyarakat. Ayahnya bertemu terakhir kali dengan korban pada Senin pukul 08.00 WIB. "Setelah itu saya nggak tahu lagi ke mana? ujarnya. Ketua RT 04 Herlani menyatakan bahwa tersangka dikenal di masyarakat agak urakan. "Dia itu suka mencuri dan memakai narkoba juga,"ujar Herlani. Kasus ini ditangani oleh Polsek Tebet, Jakarta Selatan.

Asep Yogi Junaedi



Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
R Mulawarman saat memberikan kesaksian pada sidang kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dengan terdakwa Tommy Soeharto di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rabu, 24 April 2002. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20020402]. Hakim menunjukkan bukti senjata api (pistol) kepada saksi R Mulawarman (kanan), Juan Felix Tampubolon (tengah) dan Tommy Soeharto pada  sidang kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dengan terdakwa Tommy Soeharto di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rabu, 24 April 2002. ( Senjata tersebut diduga merupakan alat yang digunakan R Mulawarman dan Noval Hadad untuk membunuh Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita pada tahun 2000). [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20020402].
R Mulawarman
Pengadilan Kasus Pembunuhan Syafiuddin
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketut Sunu Diancam Hukuman 20 Tahun
Saksi Menemukan Senjata Tajam Berdarah
Otak Pembunuh Caleg PDIP Dituntut Seumur Hidup
"Kami Puas, Hutang Nyawa Dibayar Nyawa"
Kejaksaan Eksekusi Hukuman Mati Terhadap Astini
Wanita Tanpa Busana Ditemukan Tewas di Kamar Kontrakan
Hakim : Adiguna Harus Hadir Dalam Kondisi Apapun
Hakim Perintahkan Adiguna Dihadirkan Paksa
Pembacaan Putusan Sela Bisa Diteruskan Tanpa Terdakwa
Sidang Adiguna Hari Ini Tergantung Rekomendasi Dokter
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Foke: Bulan Puasa Jangan Sembarangan Sedekah
Kerabat Amrozy cs Bawa Buku dan VCD Jihad
Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data