Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Jakarta Utara Masih Aman Flu Burung
Selasa, 22 Maret 2005 | 12:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Isu flu burung yang menjangkiti sebuah peternakan di Semper Koja Jakarta Utara, belum bisa dipastikan kebenarannya. Karena Pemerintah Kotamadya Jakarta Utara masih yakin bahwa daerah ini aman penyakit flu burung.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dr. Aswindrastuti mengatakan hal ini, Selasa (22/3). "Kejadian di Koja itu sudah kejadian Januari lalu dan indikasinya belum tentu flu burung. Jakarta Utara aman-aman saja kok," kata Aswindrastuti.

Menurut dia, kematian puyuh itu belum tentu karena flu burung karena kematiannya juga tidak dilihat lebih cermat dengan penelitian di laboratorium.

Dia menegaskan isu flu burung saat ini tidak ada hubungannya dengan kasus flu burung di Kota Sukabumi. Sehingga apa yang dilakukan saat ini hanya pantauan dan pencegahan di berbagai tempat di Jakarta Utara.

Untuk kasus kematian 450 burung puyuh di Semper Koja itu, kata dia, bukan merupakan kasus yang cukup besar. "Jumlahnya masih kecil, apalagi puyuh. Kalau dilihat banyaknya itu cuma sekotak saja," tegasnya.

Hingga kini tidak ada tanda-tanda atau peningkatan intensitas kasus kematian unggas-unggas di Jakarta Utara karena flu burung. Pantauan terus dilakukan di beberapa peternakan di wilayah Jakarta Utara yang mempunyai peternakan unggas seperti di Tanjung Priok, Cilincing, dan Koja.

Kasus ini mencuat ketika Kepala Dinas Peternakan DKI Edy Setiarto menemukan adanya dugaan serangan flu burung. Hal ini diindikasikan dari kematian 450 burung puyuh milik seorang peternak di Semper Koja Jakarta Utara. Ia mengatakan penelitian terhadap kematian ratusan burung puyuh ini masih berlangsung. Kendati demikian ia menyatakan belum ada bukti gejala flu burung di Jakarta. Bila memang sudah ditemukan tanda-tanda atau gejala penyakit ini, maka ia akan menjanjikan segera mengisolasi peternakan yang bersangkutan.

Dian Yuliastuti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nelayan Kepulauan Seribu Keluhkan Mahalnya Harga Solar
Tahun 2007, Indonesia Bebas Flu Burung
Flu Burung Belum Jangkiti Manusia
Flu Burung Kembali Mewabah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan Diisolasi
Sukabumi Positif Terserang Flu Burung
Tangerang dan Jepang Bermitra Ciptakan Vaksin Flu Burung
Di Mataram, Ribuan Unggas Mati Terserang Virus Flu
Jateng Siapkan 50 Juta Vaksin Flu Burung
NTB Siaga Satu Tanggulangi Flu Burung
Puluhan Ribu Unggas Mati Akibat Flu Burung
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data