Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

DPR RI Minta PD Pasar Jaya Diaudit
Selasa, 22 Maret 2005 | 11:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Komisi Perindustrian dan Perdagangan DPR RI Muhammad Tonos meminta diadakan audit khusus terhadap PD Pasar Jaya.
Dia mensinyalir Pasar Jaya banyak melakukan pungutan liar terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL).

Desakan itu mendapat reaksi serta menimbulkan pro dan kontra antaranggota Dewan. Mereka kontra menganggap, kewenangan audit ada pada Pemerintah DKI. Usulan itu dinilainya sudah melebihi wewenang DPR.

"Yang berhak mengaudit adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," timpal Tonos dalam rapat di DPR RI Senin (21/3) yang berlangsung hingga larut malam itu.

Selain desakan audit PD Pasar Jaya, DPR tetap meminta penundaan pembongkaran Blok B,C,D,E Pasar Tanah Abang. Batas waktu penundaan itu sampai ada opini pembanding.

Mereka juga meminta Pemerintah DKI melakukan penataan pagar di sekeliling Pasar Tanah Abang yang sehari-hari mengganggu lalu lintas. "Pedagang juga harus dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan dan pengelolaan," kata pimpinan rapat Ade Komarudin.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Ritola Tasmaya mengklaim, audit Pasar Jaya telah dilakukan secara rutin oleh akuntan publik, Badan Pengawas Daerah dan Badan Pemeriksa Keuangan. Predikatnya, kata dia, wajar tanpa syarat.

Pertemuan itu, merupakan lanjutan pertemuan sebelumnya 17 Maret 2005 untuk membahas rencana pembongkaran Blok B-E Pasar Tanah Abang. Namun, dalam pertemuan sebelumnya DPR hanya memberikan pertanyaan kepada Pemerintah DKI.

Ewo Raswa-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang buruh memanggul karung beras di gudang penampungan pasar induk beras Cipinang, Jakarta, 23 Maret 2001. [TEMPO/ Roy Rubianto; K1A/140/2001; 20010503].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20011209-042 Pekerja tidur di atas tumpukan karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 29 Juli 2004.  [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040729].
Buruh Pasar
Pasar Induk Beras Cipinang

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Anggota Komisi Perdagangan DPR Minta Pembangunan Pasar Tanah Abang ditunda
Pedagang Tanah Abang Sambut Baik Dukungan DPR
Harga Kebutuhan Pokok Kota Depok Mulai Naik
Harga Barang-barang di Pasar Jatinegara Naik
Di Pasar Cipinang, Harga Beras Masih Beragam
Harga Sembako Masih Stabil
Pedagang DKI Tolak Likuidasi Pasar
Kasus Pasar Tanah Abang Kian Kisruh
PD Pasar Jaya Siap Jelaskan Soal Rencana Pembongkaran Pasar Tanah Abang
Komisi VI Minta Pembongkaran Pasar Tanah Abang Dibatalkan
> selengkapnya...


Website

PD Pasar Jaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Indonesian Gilas Kamboja
Pemerintah Tolak Audit Pembangkit PLN
Gratis BBM Setahun dari Chevrolet
Adu Mahir Observasi Bintang
Toyota Turunkan Target 2009

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data