Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Hujan Es dan Angin Kencang Terjadi di Bogor
Senin, 14 Maret 2005 | 23:22 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan atap belasan rumah di berjatuhan di
Perumahan Tanah Baru, RT 05/06, Bogor Utara, Kota Bogor. Selain angin kencang hujan
disertai es terjadi di daerah Ciheuleut, Bogor Timur, Kota Bogor. Namun dalam kejadian
Senin (14/3) petang tidak ada korban jiwa. Sedangkan debit air Bendung Katulampa masih
normal yakni 30 sentimeter diatas papan mercu (dpm)

Hujan deras mulai mengguyur Bogor mulai pukul 16.30
WIB, namun di kawasan Puncak hujan gerimis turun pukul
17.00. Sekitar pukul 17.10, angin kencang
disertai hujan deras mengguyur puluhan rumah di
kawasan Kelurahan Tanah Baru, namun hanya belasan
rumah yang gentengnya berjatuhan. Puluhan warga lain
yang ketakutan sempat mengungsi ke tempat yang aman,
warga sempat was-was lagi ketika petir berkali-kali
menggelegar di desanya.

"Atap rumah saya genteng, jadi pas ada angin kencang
gentengnya berjatuhan sehingga bocor semua," kata Toha
warga setempat.

Lain halnya yang terjadi di Ciheuleut, Bogor Timur,
Kota Bogor, selain angin ribut dan petir daerah ini
dilanda hujan es. Es yang jatuh menimpa atap rumah
berkuruan batu kericil kecil. Karena sering mengalami
hal ini warga sekitar tidak terlalu khawatir, bahkan
mereka hujan-hujan memungut es yang jatuh di teras
rumah. "Katanya kalau hujan es lalu esnya ditelan bisa
menyembuhkan penyakit," tutur Makmun, warga RT 02/08,
Ciheuleut.

Selain warga Ciheuluet yang merasakan hujan es, para
mahasiswa Universitas Pakuan yang sedang berteduh
karena hujan juga merasakan hujan es, semula mereka
mengira ada orang yang sengaja membuang es batu kecil,
tetapi semakin lama, semakin banyak, meskipun cepat
cair tapi sempat membuat para mahasiswa keheranan.
"Padahal jarang sekali disini hujan es kecil, dulu
pernah terjadi tahun 1992 dan 1994, esnya lebih besar
dari sekarang," ujar Mamat, bagian kebersihan kampus
Universitas Pakuan Bogor.

Sedangkan penjaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman,
ketika dihubungi melalui telepon, mengatakan hujan di
sekitar Bendung Air Katulampa dan Kawasan Puncak,
Cisarua mulai turun pukul 17.00. Tetapi tidak
begitu besar, meskipun sesekali terdengar suara
geledek disertai kilat. Menurut Andi, sejak pukul
09.00 sampai 19.00, ketinggian air masih bertahan
30 sentimeter dpm, diperkirakan pukul 23.00, air
di bendung Katulampa akan naik sekitar 50 sentimeter
dpm.

Deffan Purnama-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kapal di Pelabuhan Laut Maumere yang hancur setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/380/93; 20010215]. Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Angin Ribut Melanda Cilacap
Relawan Asing Masih Dibutuhkan di Aceh
Tanggul Citarum Masih Aman
Gempa Mengguncang NTT, Maluku dan Sekitarnya
DPR Gelar Raker Rekonstruksi Daerah Pasca Bencana Alam
Walhi Minta Penanganan Bencana Utamakan Survival
Polisi Tahan Direktur Kebersihan Bandung
Longsor di Pangalengan Satu Tewas
Presiden Yudhoyono Kunjungi Barak Relokasi
1500 Karung Pakaian Sumbangan Dijual, Uangnya Dikirim ke Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data