Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Dana Minim, Pantai Tangerang Terancam Habis
Senin, 14 Maret 2005 | 17:59 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Anggaran untuk menanggulangi kerusakan dan abrasi di pantai utara Kabupaten Tangerang dinilai masih minim. Saat ini Pemerintah Tangerang hanya menganggarkan dana sebesar Rp 300 juta pada tahun ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang Dididn Samsudin mengatakan, minimnya anggaran mengakibatkan kelangsungan hidup masyarakat pesisir terancam. Abrasi saat ini semakin meluas hingga ke darat dan pemukiman penduduk.

Dalam APBD 2005 pemerintah menganggarkan Rp 300 juta untuk program pengembangan, pembuatan dan pembangunan pemecah gelombang." Dana segitu jelas tidak cukup untuk mengatasi abrasi yang semakin parah pada 25 titik,” ujarnya kepada Tempo, Senin 14/3. Saat ini titik abrasi semakin tinggi dan meluas hingga kedaratan. Dari 51 kilometer panjang pantai Tangerang, terdapat 25 titik Abrasi. Dimana satu titik panjang abrasi mencapai 300-500 meter.

Menurut Didin, dana sebesar itu hanya bisa mengatasi satu titik abrasi yang panjangnya 300 hingga 500 meter. Sedangkan abrasi sepanjang pantai kabupaten Tangerang berjumlah 25 titik. \" untuk membuat Break water 100 meter saja dibutuhkan dana Rp 500 juta,\" katanya. Minimnya anggaran dalam penanggulangan Kerusakan pantai akibat Abrasi, menurut Didin, akan mengakibatkan kerusakan lahan semakin luas dan semakin parahnya kerusakan lingkungan.

Selain karena abrasi, kata Didin, kerusakan lahan terjadi karena perubahan fungsi lahan secara besar-besaran dikawasan tersebut akibat eksploitasi lahan tambak. " Semakin rusaknya lahan, semakin besar juga biaya yang harus dikeluarkan,"katanya.

Didin menjelaskan, tingginya kerusakan lahan dan abrasi membuat daratan semakin menyempit, lahan tidak lagi produktif dan penataan ulang lahan penanggulangan abrasi menjadi sia-sia. Menurut dia, pinggiran pantai dan lahan bekas tambak tersebut sudah tidak bisa di perbaiki lagi. " Puluhan ribu hektar luasnya dan abrasi sudah mencapai 600 meter dari bibir pantai.”

joniansyah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Gratis BBM Setahun dari Chevrolet
Adu Mahir Observasi Bintang
Toyota Turunkan Target 2009
Polisi Jawa Barat Ingatkan Pelaku Pembajakan
Ketinggian Pohon Punya Batas

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data