|
Jakarta
Kawasan Salemba Bebas PKL
Minggu, 13 Maret 2005 | 17:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pedagang Kaki Lima (PKL) resmi dilarang berdagang di pedestrian kawasan Salemba-Kramat-Diponegoro. ?Kami ingin mengatur dan menata, bukan menghilangkan. Sebab PKL masih diberi kesempatan berdagang di kawasan ini,?ujar Walikotamadya Jakarta Pusat, Muhayat, usai acara peresmian Tim Pengendali kawasan Salemba-Kramat-Diponegoro di Halaman UI Kedokteran Salemba Jakarta, Minggu (13/3).
Menurutnya, PKL yang berada di sekitar Rumah Sakit atau Perguruan Tinggi akan ditampung di PT atau Rumah Sakit terkait sesuai kebutuhan institusi tersebut. ?Kita tidak mampu menampung semuanya. Tapi di tengah-tengah kepentingan yang beragam ada yang mesti dikorbankan,? ujarnya.
Dari sekitar 100-an pedagang di lokasi UI Kedokteran, UI bersedia menampung 10 pedagang dan RS. Carolus bersedia menampung 5 pedagang. Pedagang yang ditampung hanya mereka yang berdagang sesuai kebutuhan mahasiswa, pengajar atau petugas rumah sakit semisal pedagang makanan dan minuman. ?Yang tidak diperlukan diharapkan tidak berdagang, sehingga pedestrian benar-benar untuk kenyamanan dan keamanan pejalan kaki,?ujarnya. Jika PKL masih berdagang besok maka akan dihalau petugas instansi berkaitan dan jika masih membandel akan dipanggilkan Petugas Keamanan dan Ketertiban.
Sementara untuk PKL yang berdagang di sekitar perkantoran kawasan tersebut belum akan ditampung karena belum adanya kerjasama dengan Kodya Jakpus.
Kodya Jakpus berharap kawasan itu dapat dikenal mancanegara seperti sebelum dikenalnya Jl. Thamrin. Sebab itu, untuk mengembalikan kebanggaan kawasan tersebut, ujar Muhayat, Kodya Jakpus meresmikan tim terpadu pengendalian kawasan unggulan Kramat, Salemba dan Diponegoro yang tertuang dalam Surat Keputusan Walikotamadya Jakarta Pusat No.10 Tahun 2005. ?Tim sebagai pengendali kebersihan, ketertiban, kenyamanan dan kesejukan kawasan itu,?ujarnya.
Sebagai Tim Pengendali Lapangan yaitu Kasudin Pertamanan, Kasudin Kebersihan, Kasudin Ketertiban dan Camat Senen. Sementara sebagai anggota adalah unit terkait termasuk Direktur RSCM, Direktur RS. Sint Carolus, Dekan UI Kedokteran, Pimpinan YAI dan Pimpinan UKI. ?Agar pelaksanaan kawasan tertib dapat dilakukan bersama-sama,? ujarnya.
Untuk pembenahan warga yang tinggal di bantaran kali, ujarnya, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan kelompok LSM dan Mahasiswa untuk membangun pemahaman tidak tinggal di kawasan padat, kumuh dan miskin itu.
badriah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|