|
Jakarta
Buruh Paling Menderita Akibat Kenaikan BBM
Minggu, 13 Maret 2005 | 14:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Buruh mengklaim sebagai kelompok paling menderita akibat kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 Maret yang berimbas pada kenaikan harga bahan pokok.
“Buruh harus membagi-bagi upahnya untuk setiap kenaikan harga kebutuhan pokok dari kenaikan BBM,” ujar Emelia Yanti M.D., Ketua Bidang Perempuan Koordinator Aksi Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), Ahad (13/3).
Sekitar 200 buruh GSBI siang tadi mendatangi Istana Negara Jakarta. Emelia berorasi di atas mobil bak terbuka di depan teman-teman yang sebagian besar perempuan.
“Pemerintah tidak berpihak pada rakyat miskin tapi pada kelompok kapitalis (pemodal). SBY tidak menjadikan kepentingan rakyat sebagai pertimbangan kebijakan pemerintah,” ujarnya. Alasan pemerintah memotong subsidi BBM untuk membiayai pendidikan dan kesehatan rakyat, ujarnya, merupakan penipuan dan pembodohan pada rakyat.
Ia menuturkan, upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta yang ditandatangani Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sutiyoso 12 November lalu sebesar Rp 711.834 semakin menambah beban buruh.
“Upah minimum 2005 sangat jauh memenuhi kebutuhan hidup layak apalagi dengan kenaikan BBM,” ujarnya. Apalagi,katanya, buruh harus mengeluarkan biaya sewa rumah, transportasi, makanan dan air bersih.
Beban ekonomi bertambah akibat penutupan pabrik dan relokasi industri ke luar negeri seperti PT Idola Bangun Idea, PT Megaria Mas Sentosa dan PT.Victoria. “Mereka belum bayar upah dan pesangon,” tuturnya.
Selain itu, PHK massal akibat berakhirnya perjanjian kuota tekstil-garment (multi fiber agreement) di pasaran internasional sejak 1 Januari 2005 turut mempengaruhi nasib buruh, di samping tindakan perusahaan yang kini lebih suka mencari buruh kontrak dan outsourcing. “Biar gampang dipecat,” ujarnya.
Badriah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Protes Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) menyerukan agar bulan Juli 2001 Jakarta bebas bensin bertimbel dengan memakai masker di Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 22 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010503].](/hg/photostock/2005/03/10/s_BC01042201_high_thumb.jpg) |
| Spanduk Bebas Bensin Bertimbal
|
|
| Protes Komite Penghapusan Bensin Bertimbel
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|