Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

DPRD: Konsep Megapolitan Jakarta Sulit Diwujudkan
Rabu, 09 Maret 2005 | 15:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi D DPRD DKI Jakarta menyatakan, konsep Jakarta sebagai kota megapolitan masih sulit diwujudkan. Pasalnya, untuk menjadi kota megapolitan masih ada persyaratan yang belum dipenuhi. "Syarat kota megapolitan jumlah penduduknya di atas 10 juta jiwa. Sedangkan di Jakarta masih 8 juta jiwa," kata Ketua Komisi D, Sayogo Hendrosubroto, Rabu (9/3).

Hambatan lainnya, kata Sayogo, adalah prinsip mandiri dalam konsep otonomi daerah. Penggabungan beberapa daerah otonom di bawah satu pemerintahan akan sulit dilakukan. "Masing-masing Daerah punya anggaran untuk membangun wilayahnya sendiri?" kata Sayogo.

Sayogo menyatakan hal itu usai rapat dengar pendapat dengan bekas Gubernur DKI Ali Sadikin. Pada rapat dengan DPRD hari ini, bekas gubernur yang biasa dipanggil Bang Ali itu mengatakan, konsep mengapolitan tidak harus mengubah batas administrasi pemerintahan. Konsep itu lebih pada perencanaan terpadu sebagai alat pengelolaan lingkungan.

Menurut Bang Ali, kota-kota penyangga di sekitar Jakarta saat ini merupakan kota-kota hunian. Sementara Jakarta merupakan tempat bekerja dan mencari nafkah. Dampaknya, setiap hari ratusan ribu kendaraan keluar-masuk Jakarta. Kendaraan itu, kata Bang Ali, membakar energi dan menghasilkan emisi lebih banyak. "Pemanasan global dan efek rumah kaca tidak dapat dihindarkan lagi. Ongkos sosial jadi lebih tinggi. Produktivitas menurun," kata Bang Ali.

Pembangunan kota-kota satelit baru oleh swasta, menurut Bang Ali juga menambah masalah. Sebagian besar kota baru, misalnya kawasan Bumi Serpong Indah, dibangun di atas lahan basah atau sawah irigasi. "Itu akan berpengaruh terhadap ekosistem," ujarnya.

Untuk mewujudkan kota megapolitan, Bang Ali mengusulkan sejumlah gagasan. Pertama, seluruh kota penyangga dijadikan satu kota mandiri. Kedua, penyediaan lapangan kerja yang merata di seluruh kota mandiri. Ketiga, pembangunan angkutan umum massa di seluruh area. Keempat, dihentikannya pembangunan kota-kota baru oleh swasta.

Usulan kelima, menurut Bang Ali, pembenahan dalam kota Jakarta harus dilakukan dengan konsep Urban Renaissance. Artinya, revitalisasi tengah kota dengan perumahan berkepadatan tinggi, sehingga mampu menarik kembali penglaju (komuter) dari luar kota. Usulan keenam adalah pengendalian pembangunan wilayah penyangga.

Muhayar Rustamuddin, anggota Komisi D dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, mengatakan, kota mandiri seperti konsep megapolitan sebenarnya masih bisa diwujudkan di DKI Jakarta. Caranya, dengan mengangkat posisi gubernur setingkat menteri untuk wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.


Asep Yogi Junaedi-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Mobil hias PT Bogasari Flour mills pada Pawai Pembangunan 1991 di Jalan Sudirman, Jakarta [TEMPO/ Donny Metri; 4D/202/91]. Mobil hias pada Pawai Pembangunan 1991 di Jalan Sudirman, Jakarta [TEMPO/ Donny Metri; 4D/202/91].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Soal Tanah Abang Sutiyoso Akan Dipanggil Paksa
Air Meluap Pengungsi Penuhi Jalan
Pintu Air Manggarai dan Karet ,Siaga II
Pencabutan Ijin Trayek Bukan Gertak Sambal
Dinas Perhubungan Jaksel Buka Tiga Posko Pengaduan
Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Akan Tambah Pemantau Jentik
Kepulauan Seribu Bangun Sentra Ekonomi di Pulau Kelapa
Konsep Megapolitan Percepat Pembangunan Bodetabek
Jakarta Utara Akan Bangun Stadion
Tahun ini, Jaktim Prioritaskan Pembangunan Tiga Kawasan
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Website

Situs Transjakarta-Busway


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB[spasi]brk33[spasi]komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Gratis BBM Setahun dari Chevrolet
Adu Mahir Observasi Bintang
Toyota Turunkan Target 2009
Polisi Jawa Barat Ingatkan Pelaku Pembajakan
Ketinggian Pohon Punya Batas

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data