|
Bekasi
Heri Kurniawan Tewas Tertabrak Kereta Sawunggaling
Rabu, 09 Maret 2005 | 13:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Heri Kurniawan, 32 tahun, tewas tertabrak kereta api lokomotif 132 Sawunggaling, Jurusan Jakarta-Surabaya, Rabu (19/3), sekitar pukul 08.42 WIB. Warga Kampung Cimuning RT 2/7, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Leuwigajah, Garut, Jawa Barat, itu tertabrak di Kilometer 26+90, sekitar 20 meter dari gardu penjaga di perlintasan kereta Jalan Agus Salim, Bekasi Barat.
Menurut saksi mata, sebelum tertabrak Heri sempat melintasi bentangan rel jalur Jakarta ke Surabaya. Kemudian, saat dia menyeberang jalur satu lagi, datang kereta dari arah Surabaya ke Jakarta.
Korban berusaha menghindari kereta api diesel yang melaju ke arah Jakarta itu. Namun, saat menghindar posisi tubuhnya terlalu menjorok ke dalam jalur rel Jakarta-Surabaya. Pada saat bersamaan, datang lagi kereta api Sawunggaling.
"Dia menghindari kereta diesel, dia menghindar ke arah jalur satu lagi. Tapi, datang lagi kereta, dia tertabrak," kata penjaga Gardu Kereta Api nomor 81, Suaib. Menurut dia, tubuh korban terpental sekitar 20 meter.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Bekasi Barat. Dari barang bawaan Heri, polisi menemukan buku-buku tagihan. Polisi menduga, Heri bekerja sebagai tukang kredit. Jenazah Heri kini masih membujur kaku di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi. Belum ada keluarga yang menjenguk korban.
Perlintasan kereta di Jalan Agus Salim itu memang rawan kecelakaan. Kecelakaan umumnya terjadi akibat kecerobohan pengguna jalan. Misalnya, saat palang pintu perlintasan sudah turun dan sudah ada peringatan, masih saja ada pengendara motor dan pejalan kaki yang nekat melintas.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|