|
Bekasi
Pasca Banjir, Lumpur Kepung Perumahan
Selasa, 08 Maret 2005 | 17:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasca banjir menimbulkan masalah baru di kompleks-kompleks perumahan di Kota Bekasi: lumpur dan sampah. Sebagian besar tumpukan sampah dan sisa-sisa luapan air bah di jalan-jalan perumahan belum terpecahkan. "Sekitar 80 persen lumpur dan sampah di seluruh perumahan belum tertangani," kata Sekretaris Komisi A DPRD Kota Beaksi, Aji Ngumboro, Selasa (8/3).
Ngumboro mengkritik kinerja Pemerintah Kota Bekasi yang dinilai lamban dan tanpa perencanaan penanganan pasca banjir. lumpur dan sampah-sampah masih mengepung perumahan limpasan dari Kali Bekasi. "Harusnya Pemkot itu tanggap dengan kondisi ini, cekatan gitu," kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bekasi itu.
Dari pemantuan Komisi A yang membidangi masalah pemerintahan dan lingkungan itu, lumpur-lumpur setebal 10-20 sentimeter masih menempel di jalan-jalan perumahan dan sebagian lagi di jalan raya. "Sampai sekarang (dua hari pasca banjir Kali Bekasi) ini, petugas belum maksimal mengeruknya," ujarnya kepada Tempo.
Ngumboro mendesak, permasalahan memindahkan lumpur dan sampah yang belum terpecahkan itu segera ditangani. Dia mengatakan, saat ini alat-alat milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bekasi belum maksimal menangani masalah susulan itu. "Sarananya penungjangnya terbatas atau kurang," kata dia.
Ngumboro tidak mengetahui berapa unit alat berat dan alat untuk menggelontorkan lumpur yang dimiliki Pemkot Bekasi. Namun, kata dia, persoalannya bukan masalah peralatan, namun harus bekerja berdasarkan perencanaan. "Dinas Kebersihan harus segera melakukan pengerukan, tapi lumpurnya tidak boleh dibuang ke got, tapi dipindahkan," katanya.
Pemantuan Tempo di Perumahan Kemang IFI, Perumahan TNI AL, Perumahan Villa Nusa Indah, Perumahan Pondok Gede Permai, Perumahan Pondok Mitra Lestari, warga penghuni rumah dibantu warga sekitar, terlihat berupaya melakukan pembersihan jalan-jalan perumahan.
Sebagian besar lumpur menempel di taman-taman dan aspal. Sebagian lagi memenuhi drainase perumahan digelontor dengan air. Seperti di Kemang Pratama, pengembang perumahan menyediakan sendiri alat pembersih lumpur. Tetapi di perumahan lain, masih menggunakan peralatan manual, tangan sapu dan serokan.
Di Perumahan Kemang IFI, masih ada sekitar 80 persen dari seluruh kawasan dipenuhi lumpur. Tingginya bervariasi, ada yang 10, 20 sentimeter. Saat ini, Komisi A tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Kebersihan untuk menangani dampak lumpur itu. "Kita akan koordinasi untik kebersihan dan pengerukan lumpur," ujar dia.
Menanggapi permasalahan itu, Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Dedi Juanda menyanggah pihaknya dikatakan lelet dalam menangani dampak pasca banjir. "Saat ini kan kami sedang melakukan pembersihan, kami juga berkoorindasi dengan Kecamatan untuk memantau lokasi mana yang akan dibersihkan," tutur dia.
Kni, Dinas Kebersihan, tengah membersihkan di beberapa lokasi, yakni Perumahan Kemang IFI, Perumahan Pangkalan TNI AL dan Pondok Gede Permai. "Hari ini kita jadwalkan tiga, besok kita jadwalkan lagi di perumahan lain. Memang untuk penyiraman lumpur ini agak repot, karena kita Cuma punya dua tangki penyiram," kata dia.
Siswanto-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|