Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

80 Persen Infrastruktur Jalan Kabupaten Tangerang Rusak Parah
Selasa, 08 Maret 2005 | 12:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kerusakan jalan di Kabupaten Tangerang, Banten, sudah mencapai 80 persen. Kerusakan itu hampir merata di semua wilayah kecamatan. Selain lobang jalan yang mengaga lebar, juga genangan air di mana-mana.

Perawatan infrastruktur ini nyaris tidak ada. Itu sebabnya, biaya perbaikannya sangat besar. Pemerintah setempat mengistimasikan dana perbaikan itu mencapai Rp Rp 75 miliar. Dana tersebut diambil dari uang rakyat yang terhimpun dalam anggaran daerah Rp 60 miliar dan dana tambahan tahun 2005 sebesar Rp 15 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Tangerang Hermansyah mengatakan, dana ini dibagi dalam 200 macam proyek. Jika dalam satu titik proyek sekitar 2 kilometer jalan, sedikitnya akan diperbaiki sepanjang 420 kilometer jalan yang rusak.

Hermansyah menambahkan, dengan dana tambahan Rp 15 miliar, panjang jalan yang bisa diperbaiki menjadi sekitar 540 kilometer. Pembangunan ini dirasa kurang, kata dia, karena kerusakan jalan di Kabupaten Tangerang mencapai 720 kilometer atau 80 persennya dari 1.100 kilometer panjang di kabupaten itu.

Hermansyah juga mengatakan, Departemen Pekerjaan Umum
Pusat juga mengalokasikan bantuan sebesar Rp 10 miliar. "Dana itu nantinya akan kami pakai untuk proyek ini juga," katanya, Selasa (8/3).

Tempo yang menelusuri sejumlah jalan yang rusak,
antara lain melihat di wilayah Kecamatan Ciputat, Pamulang, Curug, dan Legok. Jalan-jalan itu sudah empat bulan terakhir tampak tak terurus. Lapisan aspal yang membalut jalan itu terkikis dan tinggal lapisan
batu yang menonjol.

Hujan yang hampir saban hari mengguyur kawasan ini kian memperparah kerusakan. Lubang jalan seperti kubangan kerbau atau danau yang berbaris. Kondisi ini menimbulkan kemacetan lalu lintas terutama pada saat jam berangkat kerja.

Joniansyah-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Diguyur Hujan, Jalan Utama di Bogor Rusak
Puluhan Ruas Jalan Nyaris Putus
Wali Kota Bekasi Maksimalkan U-Turn Jalan Ahmad Yani
Pertamina Cairkan Rp 1,5 Miliar untuk Memperbaiki Jalan Perjuangan


Referensi

UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Obama Telah Menang di Internet
Jabatan Sultan dan Kepala Daerah Dipisah
Promosi Film Drupadi Menuai Protes
Juku Eja Optimis Pecahkan Mitos
Kalla: Bentrok Salemba Soal Tanah dan Pagar

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data