Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Pengungsi Banjir Bekasi Mulai Kembali ke Rumah
Senin, 07 Maret 2005 | 14:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sedikitnya seribu pengungsi banjir Sungai Cikeas dan Kali Bekasi di Kota Bekasi berangsur-angsur pulang ke kediaman masing-masing hari ini, Senin (7/3). Banjir itu telah merendam rumah sekitar 7.099 kepala keluarga (KK). Dari yang mengungsi, ada yang baru pulang hari ini, ada yang sudah pulang sejak kemarin, Minggu (6/3).

Sebagian besar pengungsi sudah pulang ke rumahnya sejak Minggu malam. Sebab, meski daerahnya masih dinyatakan berstatus waspada, air sudah mulai menyusut sehingga rumah mereka bisa ditempati lagi. Warga yang pulang kemudian membersihkan rumah-rumah mereka dari sisa-sia banjir berupa sampah dan Lumpur.

"Sekarang ini, data akurat posko banjir di tangani kecamatan masing-masing di tujuh kecamatan. Tapi, sekarang sudah tidak ada lagi yang mengajukan bantuan dari posko, berarti sudah tidak ada yang mengungsi," kata Ketua Posko Penanggulangan Bencana Banjir, Toha, kepada Tempo.

Dari pemantuan Tempo di lapangan, memang sebagian besar wilayah dari tujuh kecamatan--Kecamatan Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bantargebang, Bekasi Selatan, Rawalumbu, Bekasi Timur--itu memang sudah surut. Sisa-sisa banjir terlihat di sana berupa lumpur tebal dan serakan sampah dedaunan, plastik dan ranting.

Jumlah warga yang sebelumnya sempat mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman atau sarana umum, seperti sekolah dan kantor kelurahan atau kecamatan, sedikitnya 7.099 KK. "Kalau kita hitung satu KK ada lima anggota keluarga, berarti yang terkena banjir dan mengungsi kemarin berjumlah 5 kali 7.099. Coba, berapa?" kata Toha.

Jumlah pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Jatiasih, Bekasi Selatan dan Bekasi Timur. Sementara itu, dari pemantauan Tempo di sekitar Kelurahan Sepanjang Jaya, yang sebelumnya terdapat tidak kurang dari 800 KK yang mengungsi, kini warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

Tugas berat menanti para korban benca banjir ini. Lumpur dan sampah tebal melekat di lantai rumah. Mereka bergotong royong membersihkan rumah dan pekarangan sekitarnya. Terlihat pula sejumlah petugas dari Pemerintah Kota Bekasi ikut membersihkan sisa-sisa banjir dengan membawa tangki air.

Di Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, juga terlihat warga bergotong royong membersihkan jalan-jalan dari lumpur dan sampah. Begitu pula di Perumahan Villa Nusa Indah, Perumahan Mitra dan Pondok Gede Permai.

Sementara itu, pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bekasi kini juga sedang turun ke lapangan untuk mendata gedung-gedung sekolah yang menjadi korban banjir. Hingga saat ini belum diperoleh data yang pasti tentang sekolah-sekolah yang terganggu akibat banjir kali ini.

Siswanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Mobil dan anak-anak yang bermain di jalanan yang digenangi air karena banjir di jalan Proklamasi, Jakarta , 18 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Hendra Suhara; K2A/040/2001; 20010702]. Suasana genangan air/ banjir di Pluit, Jakarta, 1996 [Dok. TEMPO; R1A/305/1996; 20010324].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sedikitnya Seribu Buruh Libur Akibat Banjir
Beberapa Sekolah di Kota Bekasi Terpaksa Libur Karena Banjir
Banjir Rendam 26 Ribu Hektare Sawah di Jawa Barat
Akibat Banjir, Puluhan Pabrik Tekstil di Bandung Tutup
Bandung Terendam Banjir
Diresmikan November 2004, Bekasi Flyover Sudah Rusak
Jamsostek Bekasi Targetkan Tambah 238 Perusahaan Baru
Akibat Banjir, Sumatera Selatan Kehilangan 41 Ribu Ton Beras
Pemerintah dan Rumah Sakit Bekasi Akan Bicarakan Biaya Pasien DBD
Jakarta Mungkin Banjir, Pintu Air Utama Masih Aman
> selengkapnya...


Referensi

Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data