Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Pemerintah Tangerang Tetapkan Empat Kriteria Penerima Subsidi BBM
Kamis, 03 Maret 2005 | 19:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten tangerang menentukan empat kreteria keluarga yang tergolong miskin. Keempat kreteria ini nantinya akan dijadikan acuan dalam mendata keluarga miskin di Kabupaten Tangerang. Keempat kreteria itu adalah suami istri tidak bekerja (menganggur) yang berakibat pada kondisi perekonomian keluarga itu, keluarga yang tidak makan dua kali sehari, keluarga yang tidak mampu berobat ke rumah sakit, dan terakhir keluarga yang tidak mampu menyekolahkan anaknya. "Mereka masuk dalam golongan keluarga miskin, dan berhak mendapatkan subsidi" ujar Asisten Daerah III Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada Tempo, Kamis (3/3).

Iman menegaskan, para keluarga miskin tersebut, akan didata oleh tim konsultasi tingkat kecamatan. Sejauh ini, kata Iman, jumlah keluarga miskin di Kabupaten Tangerang sebanyak 400 ribu jiwa. Sedangkan kuota yang mendapat subsidi ada 265 ribu jiwa. "Baru 60 persennya," katanya. Agar bisa mengakomodasi semua keluarga miskin yang masuk kuota, kata Iman, dari jumlah keluarga yang terdata, kembali di saring. Misalnya, kata dia, jika dalam keluarga tersebut ada 4 jiwa, yang dimasukan 2 jiwa. Bagi keluarga berjumlah 6 orang, yang masuk 4 orang. "Diprioritaskan bayi dan ibu, karena usia tersebut sangat rentan," katanya.

Setelah para keluarga miskin tersebut terdata oleh tim Konsultasi Kecamatan, data itu diserahkan ke Tim Konsultasi Kabupaten Tangerang. Para keluarga miskin yang terdata itu berhak mendapatkan kompensasi subsidi BBM dari pemerintah berupa kartu asuransi kesehatan, beasiswa pendidikan. Menurut Iman, penyaluran dana subsidi tersebut akan diakomodir melalui dinas atau intasi terkait seperti, Asuransi Kesehatan oleh Dinas kesehatan, beasiswa oleh Dinas Pendidikan dan beras miskin (raskin) oleh Dinas Sosial.

joniansyah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Jemuran pakaian para korban penggusuran di Tanjung Duren, Jakarta, Senin, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; k19A/456/2003; 20031006]. Seorang anak kecil melepas dua ekor burung dengan latar sebuah apartemen di reruntuhan bangunan bekas penggusuran Tanjung Duren, Jakarta, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; K19A/456/2004; 20040123].
Jemuran Pakaian Korban Penggusuran
Anak Kecil Melepas Burung Terbang
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sutiyoso Ancam Angkutan yang Naikkan Tarif
Tujuh Fraksi DPR Usul Hak Angket
Harga Kebutuhan Pokok Kota Depok Mulai Naik
Wali Kota Tangerang Perintahkan Lurah dan Camat Awasi Penimbun BBM
Hrga BBM Naik, Nelayan Semakin Sengsara
Sentra Industri Tahu Banyumas Terancam Gulung Tikar
Nelayan Jember Mulai Jual dan Gadaikan Barang
Tak Mampu Beli Solar, Nelayan Tulungagung Berhenti Melaut
Mahasiswa dan Sopir Angkot Sandera Mobil Tangki BBM
Sopir Naikkan Tarif Sepihak
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 152 Tahun 1999 Tentang Badan Kesejahteraan Sosial Nasional
Keppres RI No. 144 Tahun 1999 Tentang Dewan Ekonomi Nasional
Kepres RI No.20 Thn. 2002 Tentang Pembentukan Tim Sistem Jaminan Sosial Nasional

Website

Departemen Keuangan
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Departemen Sosial
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jumlah Peserta Jamkesmas Kurang dari Kuota Pemerintah
Menteri Pendidikan Tak Percaya Pengaduan Guru Kontrak di Sabah
Kapolda Jawa Barat Copot Dua Kapolsek
Bupati Aceh Besar Mengundurkan Diri
Guru Tolak Aturan Pendanaan Pendidikan

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data