|
Depok
Sosialisasi Lahan Tol Depok dimulai September 2005
Kamis, 03 Maret 2005 | 18:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok,Lukman mengakui belum mensosialisasikan lahan-lahan yang akan dilalui jalan tol Depok-T.B. Simatupang dan jalan tol Cinere-Jagorawi. "Kami menunggu pemenang tender dan peta fix dari Departemen Pekerjaan Umum," katanya kepada Tempo di ruang kerjanya, Kamis (3/3).
Dengan perhitungan itu, mereka baru bisa melakukan sosialisasi pada September 2005 setelah nama pemenang tender diumumkan. Jika semuanya sesuai jadwal, Lukman menyatakan hari ini akan diumumkan peserta tender yang lolos prakualifikasi.
Pemilihan jalur kedua tol tersebut, menurut Lukman, berdasar pada optimalisasi dari segi teknis maupun pembebasan lahan. "Kalau bisa, kami mengusahakan tidak sampai menggusur perumahan," katanya. Namun, dari sekian banyak alternatif, jalur yang kini ditenderkan adalah yang paling minim perumahan penduduk.
Menurut Lukman, pada rencana tol Depok-T.B. Simatupang, daerah paling banyak perumahan penduduknya ada di sepanjang Jalan Andara, yang merupakan perbatasan Jakarta dengan Depok, hingga Jalan Margasatwa. "Terutama di Jalan Margasatwa, karena di situ ada komplek perumahan elit," kata Lukman.
Pada rencana tol Cinere-Jagorawi, komplek perumahan di kecamatan Cimanngis dan perumahan di sepanjang Jalan Margonda hingga Jalan Raya Bogor merupakan daerah yang paling banyak terdapat perumahan penduduk. "Selain di daerah itu, perumahannya tidak terlalu banyak. Malah sebagian besar masih berupa tanah kosong," kata Lukman.
Secara keseluruhan, Lukman menyatakan, hanya sekitar 10 persen daerah sepanjang kedua tol tersebut yang merupakan perumahan padat penduduk. Lukman menambahkan, sejak tahun 2002, pihak pemerintah kota Depok, telah mengamankan jalur tersebut dengan tidak memberikan ijin baru bagi pembangunan di daerah tersebut.
Saat ini, Bappeda juga sudah mengajukan permohonan kepada Departemen Pekerjaan Umum agar pembebasan 20 persen lahan diberikan kepada pemertintah kota Depok. "Kami sudah minta agar hal tersebut juga dimasukkan dalam dokumen tender," katanya. Dengan begitu, menurutnya, Kota Depok juga mendapat pemasukan dari tol tersebut.
suliyanti pakpahan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|