Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bogor

Seribu Angkot Bogor Mogok Massal Tuntut Kenaikan Tarif
Rabu, 02 Maret 2005 | 21:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar seribu lebih angkutan perkotaan (angkot) warna biru 08 trayek Citeureup-Pasar Anyar, 04 Rancamaya dan 02 Tapos, Kabupaten Bogor melakukan mogok massal pada Rabu (2/3). Aksi itu dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Para sopir angkot mogok karena lambatnya Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor memastikan besarnya kenaikan tarif. Akibatnya, ribuan penumpang terlantar. Sejak pukul 10.00 WIB hingga sore pemogokan masih berlangsung.

Untuk mengantisipasi terlantarnya penumpang dari Kota Bogor menuju Cibinong/Citeureup, Polresta Bogor menerjunkan 10 truk Dalmas dan Brimob Kedung Halang. Truk ini mengangkut penumpang dari Warung Jambu.

Bantuan truk juga datang dari Korem 061 Suryakencana dan Kodim 0606 Kota Bogor yang dikonsentrasikan di Pasar Anyar, Kota Bogor. Para penumpang diantarkan sampai perbatasan kota yakni di daerah Pomad. Mereka bisa melanjutkan perjalanan menuju Cibinong dengan naik truk dari TNI AD dan truk Pemerintah Kabupaten Bogor.

Ratusan sopir angkot 08 membawa angkotnya ke kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Mereka mendesak Dinas Perhubungan menaikan ongkos.

Para utusan sopir kemudian bertemu dengan ketua DPC Organda Kabupaten Bogor, Herman Suriawijaya. Dari pertemuan tersebut disepakati tarif angkot dinaikan menjadi antara Rp 500 hingga Rp 1.000. Keputusan ini ditandatangani perwakilan pemilik angkot 08, Irwan, dan perwakilan sopir, Gunawan dan Emil. Sedangkan dari Dinas Perhubungan tidak menandatangani karena penyesuaian tarif antarkota harus mendapat persetujui Dinas Perhubungan Jawa Barat.

Tarif sementara yang diberlakukan sambil menunggu SK Gubernur Jawa Barat, jarak dekat Rp 1.000, Pasar Anyar-Citeureup Rp 3.500 (sebelumnya Rp 2.500), Pasar Anyar-Pomad/Ciluar Rp 1.500 (sebelumnya Rp 1.000), Pasar Anyar-Cibinong Rp 2.800 (sebelumnya Rp 2.000).

Wakil Kepala Polresta Bogor Komisaris Agus Nugroho memimpin pengamanan dan pengaturan pengangkutan penumpang yang terlantar di kawasan Warung Jambu. Sedangkan Kepala Polresta Bogor Ajun Komisaris Besar Irlan keliling Kota Bogor memantau situasi.

"Kami bersyukur di Kota Bogor tidak ada aksi mogok angkot. Semua pemilik dan para sopir sudah mau menerima keputusan kenaikan Rp 200 setiap trayek di Kota Bogor," ujar Irlan.

Wali Kota Bogor H. Diani Budiarto pada 1 Maret sore telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 551.2.45-56 Tahun 2005 yang berisi kenaikan tarif angkot dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.200 (umum) dan dari Rp. 500 menjadi Rp 600 (pelajar/mahasiswa). "Dengan dikeluarkan keputusan ini maka penyesuaian tarif angkot wilayah Kota Bogor tanggal 17 Mei 2002 lalu dinyatakan tidak berlaku," ujar Diani seusai rapat koordinasi dengan pihak kepolisian, TNI dan instansi terkait pada Rabu siang.

Untuk pengamanan wilayah Kota Bogor, Wakil Kepala Polresta Bogor mengatakan, pihaknya masih terus memberlakukan Siaga I sampai situasi benar-benar tenang dan tidak ada gejolak di masyarakat pascakenaikan harga BBM.

Deffan Purnama

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Poster Dimuat majalah TEMPO 20010527-006"> Oli Mesran Drum, Jakarta, 9 Juni 2000. [TEMPO/ Robin Ong; 30d/116/2000; 2000/06/22]. <br>Dimuat majalah TEMPO 20000625-079
Pompa Bensin Kawasan Tanah Abang
Oli Mesran
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nelayan Jember Mulai Jual dan Gadaikan Barang
Tak Mampu Beli Solar, Nelayan Tulungagung Berhenti Melaut
Polisi Tangkap Penimbun Solar
Mahasiswa dan Sopir Angkot Sandera Mobil Tangki BBM
Pertamina Tingkatkan Impor BBM Bulan Ini
Sopir Naikkan Tarif Sepihak
Tarif Baru Belum Ada, Sopir Terus Mogok
Mahasiswa Tagih Janji Kampanye Perubahan SBY
Sopir Angkutan Umum di Singaraja Unjuk Rasa
Angkot Mogok, Ongkos Ojek Melangit
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Indonesian Gilas Kamboja
Pemerintah Tolak Audit Pembangkit PLN
Gratis BBM Setahun dari Chevrolet
Adu Mahir Observasi Bintang
Toyota Turunkan Target 2009

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data