|
Jakarta
Dipecat PT.KAI, 171 Satpam Stasiun Gambir Akan Demo
Selasa, 01 Maret 2005 | 09:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencananya, Selasa(1/3) pagi ini, sebanyak 171 Satuan Pengamanan (satpam) Stasiun Gambir yang dipecat akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dengan membawa anak dan istri mereka ke Gambir. Pada saat itu bertepatan dengan masuknya satpam-satpam baru yang telah dipersiapkan pihak PT.Laksana Bintang Jakarta.
Sebelumnya, menajemen PT.Kereta Api Indonesia memecat sejumlah 171 orang Satpam Stasiun Gambir. "Saya bekerja di sini sudah 32 tahun, mas. Ini tidak manusiawi," kata Slamet Patinasarani (50), Koordinator Satpam Stasiun Gambir kepada Tempo.
Menurut Slamet, satpam yang bertugas di Gambir memiliki masa kerja minimal lima tahun. "Pihak PT. KAI mengambil keputusan tanpa ada pembicaraan terlebih dahulu dengan kami," kata Slamet.
Slamet mengeluarkan beberapa surat keputusan yang ditandatangani oleh Kepala Seksi Operasional (Kasiop) I, Muryanta Sinulingga. Dalam surat yang bernomor 127/Kasiop/I/2005 tertanggal 26 Januari 2005 tentang Pemberitahuan Pengelolaan Keamanan dan Ketertiban Stasiun Gambir, disebutkan bahwa kontrak jasa keamanan akan dialihkan ke PT. Laksana Bintang Jakarta Security Service yang bermarkas di Graha Menteng.
Sejak sebulan ini, pihak satpam lama masih bertahan menjalankan tugas keamanan. "Kepala Stasiun Gambir (Besar Susmiyarto) lah yang menyuruh kami tetap bertahan," tutur Slamet. Selama itu mereka tidak menerima gaji sepeser pun. "Implikasinya bukan cuma pada 171 satpam saja, tetapi 700-800 orang keluarganya pun ikut menjadi korban," ujar Slamet.
Dalam surat yang dipegang Slamet tersebut memang disebutkan alternatif pemecahan yakni dengan mendaftar ulang satpam yang tetap mau bekerja di PT. Laksana Bintang Jakarta. "Semua menolaknya," klaim Slamet. Alasannya menurut Slamet adalah masa kerja yang tidak ada harganya. "Berarti kami bekerja terhitung mulai bulan ini. Itupun semua kebijakan gaji,tunjangan, pesangon dan sebagainya diatur oleh perusahaan baru itu (PT.Laksana Bintang Jakarta)," ujar Slamet.
Sejak kemarin malam sampai Selasa pagi ini, terlihat petugas satpam yang lalu lalang dengan membawa pentungan. Beberapa dari mereka menempel kertas-kertas yang berisi protes dan kecaman terhadap pihak manajemen. Menurut salah satu dari mereka, Basri Fatche, aksi ini akan berlangsung hingga ada kepastian tentang pekerjaan mereka. Petugas dari Kepolisian juga banyak terlihat berada di luar pagar stasiun Gambir.
Asep Yogi Junaedi-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Karlina Leksono ditangkap polisi pada protes ibu peduli susu di bundaran HI, Jakarta [Bodi Chandra/ DR; 2000/05/22].](/hg/photostock/2005/02/15/s_00052212_high_thumb.jpg) |
![Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Indra Setiawan (kanan) didampingi Dirut PT Kereta Api Indonesia/KAI, Omar Berto (kiri) menjawab pertanyaan anggota dewan dalam rapat dengar pendapat dengan komisi IV di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu, 13 November 2002. Pada kesempatan ini dibahas mengenai kesiapan semua angkutan darat, laut dan udara untuk mengantisipasi lebaran/Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru 2003.
[TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021223]](/hg/photostock/2005/02/15/s_BC2002111319_high_thumb.jpg) |
|
|
| Indra Setiawan dan Omar Berto
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|