Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Hanya 20 % Tempat Umum yang Laik Sehat
Sabtu, 26 Pebruari 2005 | 04:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Fasilitas umum di Jakarta Timur yang berjumlah sekitar 3200, termasuk tempat penginapan, restoran, dan sekolah, hanya 20 persen yang memiliki sertifikat laik sehat dan terbukti baik sanitasinya.

Sebagai contoh, tempat penginapan di Jakarta Timur berjumlah sekitar 32, termasuk diantaranya lima hotel berbintang. Dari kelima hotel berbintang tersebut, hanya dua hotel yaitu Hotel Nirwana di Kampung Melayu dan Graha BKKBN yang memiliki sertifikat laik sehat.

"Mungkin karena belum ada kasus, sehinga warga merasa tidak perlu memiliki sertifikat tersebut," ujar Utomo Sukotjo, Koordinator Tempat-tempat Umum (TTU) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur. Padahal, sertifikat yang dikeluarkan Suku Dinas Kesehatan ini akan menjamin masyarakat sendiri.

Untuk memiliki sertifikat ini, warga harus mengajukan permohonan agar tempatnya tersebut di cek oleh Suku Dinas Kesehatan. Warga tidak akan dikenai biaya administrasi, "Hanya membayar biaya laboratorium saja," kata Utomo. Biaya laboratorium beragam, tergantung dari banyaknya alat dan orang yang diperiksa. Ia mencontohkan untuk biaya laboratorium jasa boga sekitar Rp 750 ribu.

Ia menjelaskan yang harus diperiksa termasuk makanan; alat, seperti sendok; karyawan; pencahayaan; sirkulasi; kebisingan; kebersihan; akustik dan lain-lain. Bila hasil tes laboratorium terbukti baik maka akan diberikan sertifikat laik sehat. "Selanjutnya tempat tersebut akan berada dalam pengawasan kami," ujarnya.

Nofi Triana Firman-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang ibu sedang menjalani terapi di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ]. Seorang penderita sroke sedang menjalani terapi di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ].
Stroke
Stroke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Tidak Setuju Privatisasi Rumah Sakit Milik Pemerintah
Depkes Kembali Turunkan Harga Obat Esensial Generik
DPRD: Pendataan Orang Miskin Harus Akurat
Pemalsuan JPK Gakin Belum Meresahkan
920 Jumantik Sukarela Dilantik Walikota Jakarta Timur
Enam Kelurahan Dinyatakan Rawan Demam Berdarah
Orangtua Anggie-Anjeli Kecewa pada RSCM
Pemisahan Si Kembar Anggie-Anjeli Berisiko Kematian
Menteri Kesehatan Nyatakan Telah Laksanakan Program 100 Hari dengan Baik
RS Zainoel Abidin Siap Hadapi Berbagai Kemungkinan
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Cakupan Pengobatan Massal
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data