Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Proyek Tol Karang – Priok Ditender Tahun ini
Selasa, 22 Pebruari 2005 | 11:59 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi:Proyek jalan tol Cikarang (Kabupaten Bekasi) - Tanjung Priok (Jakarta Utara) hingga kini masih dalam proses tender. Direncanakan proses tender akan diselesaikan pada 2005. "Proyek itu berada pada urutan pertama dari proyek pusat lainnya,” ujar Wakil Bupati Bekasi Solihin Sari (Selasa, 22/2).

Penyelenggara tender infrastruktur jalan tol sepanjang 45 kilometer dilakukan Departemen Pekerjaan Umum (DPU). Menurut Solihin Sari, pada awal 2005, belum ada pemenang tender pembangunan. "Sekarang ini baru proses tender, kami harapkan akhir
tahun ini selesai, dan tahun depan melangkah lagi," ujarnya.

Pembangunan jalan tol yang direncanakan untuk mengurangi kemacetan di sekitar wilayah Cikarang, Tambun sampai Cawang. Empat proyek infrastruktur yang kini tengah dalam proses tender, antara lain, jalan tol Cikarang – Priok (45 kilometer), jalan tol di Depok, tol di Bandung, dan di Cirebon, Jawa Barat. "Ada empat proyek yang dalam proses tender, di Kabupaten Bekasi mendapat ranking pertama dalam tender," kata Solihin.

Ruas tol Cikarang - Priok yang membelah beberapa kecematan di Kabupaten Bekasi ini nilai proyeknya mencapai Rp 3,3 triliun. Menurut Solihin, nantinya, setelah pengelolaan jalan tol diserahkan kepada pihak swasta, pemerintah daerah ikut memiliki saham.

Jalan tol yang akan dinamakan Karang Tanjung, nantinya akan dimulai dari daerah Tegal Danas (menggabung di sekitar Simpang Susun Cikarang Timur ), lalu melewati daerah Lemah Abang, Cikarang, Cibitung, Babelan, lalu masuk ke Kecamatan Tarumajaya dan akan sampai di daerah Cilincing - Tanjung Priok.

Solihin tidak mau menjelaskan titik-titik lokasi yang akan dilintasi jalan tol. Alasannya, jika lokasi yang akan dibebaskan diketahui secara luas, pemerintah daerah khawatir tercium para calo (spekulan) tanah yang akan rakus dan memainkan nilai lahan. "Nanti
kalau dikasih tahu, banyak calo-calo," tuturnya.

siswanto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data