Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Yogyakarta

Rp 6 Miliar untuk 'Kambingisasi' di Sleman
Senin, 21 Pebruari 2005 | 20:42 WIB

TEMPO Interaktif, Sleman:Pemerintah Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta menganggarkan dana Rp 6 miliar untuk proyek kambingisasi. Untuk 2005 ini, Sleman akan memberikan kredit lunak kepada para petani sebanyak 20 ribu ekor kambing. Targetnya, lima tahun ke depan jumlah kambing di Sleman sudah menyamai jumlah penduduknya atau setara dengan Rp 130 miliar.

"Program kambingisasi ini sebenarnya sudah dimulai 2004 lalu dengan 2.000 ekor kambing. Tapi 2005 ini, DPRD dan eksekutif sudah sepakat mengalokasikan Rp 6 miliar untuk kredit lunak. Mereka yang mendapatkan giliran harus mengembalikan dalam bentuk kambing juga paling lama dua tahun," kata Bupati Sleman Ibnu Subiyanto kemarin di Sleman.

Pogram kambingisasi ini, kata Ibnu, dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dipilihnya kambing, kata dia, karena secara geografis wilayah Sleman cocok untuk peternakan kambing baik dari segi alamnya maupun rumput untuk pakan kambing. "Bagi petani, kotoran kambing juga bisa untuk pupuk kandang," ujarnya.

Untuk proyek ini, Sleman mendapat bantuan Asian Development Bank (ADB) untuk pendanaannya. ADB, kata Ibnu, setidaknya akan membantu sebesar Rp 2 miliar untuk pengadaan kambing.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkab Sleman Ahmad Yulianto menyatakan, kambing-kambing itu akan diserahkan kepada kelompok tani atau kelompok peternak dan tidak langsung kepada individu. Saat ini, kata dia, di Sleman terdapat 1.400 kelompok tani/peternak.

Syaiful Amin

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peternakan ayam bloiler/ ras, Jakarta, 1996 [TEMPO/ Ahmad Solikhan.; R1A/316/1996; 20010324]. Peternakan ayam bloiler/ ras, Jakarta, 1996 [TEMPO/ Ahmad Solikhan.; R1A/316/1996; 20010324].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kasus Calon PNS Ponorogo Mulai Diselidiki
Warga Keluhkan Kotoran Babi Cemari Lingkungan Perumahan
Dua Ribu Ayam Sakit Dibakar
Lima Belas Ribu Vaksin Untuk Ternak Klaten
NTB Tolak Permintaan Malaysia untuk Mendapatkan Bibit Sapi Bali
DPR: Cabut Izin Masuk Importir Sapi Bakalan
Deptan Selidiki Masuknya 553 Sapi Impor
Pembentukan Gabungan Peternak Ayam Nasional Tidak Politis
SulSel Akan Jadi Sentra Produsen Ikan Nasional
Dua Ribu Hektar Lahan Tambak Indramayu Hilang
> selengkapnya...


Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data