|
Bekasi
Pos Polisi Terminal Bekasi Terkendala Kendaraan Semrawut
Rabu, 16 Pebruari 2005 | 14:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pos Polisi Terminal Bekasi mulai beroperasi. Namun tugas aparat kepolisian terhadang oleh kondisi terminal yang semrawut. "Terminal ini semrawut, karena sebenarnya jumlah kendaraan tidak sebanding dengan terminal sendiri," kata Kepala Pos Polisi Terminal Bekasi, Inspktur Dua (Ipda) Tri Wahyono, kepada Tempo, Rabu (16/2).
Sebenarnya, Tri menambahkan, keberadaan pospol merupakan upaya mengakar ke masyarakat untuk memberikan pelayanan. "Kami melakukan tindakan pertama di lapangan, seperti di terminal, dan pusat perbelanjaan di sekitar sini," kata Tri. Namun berbagai kendala di lapangan seringkali mengganggu pelaksanaan upaya itu.
Tri menjelaskan, di lapangan sudah ada petugas, namun, kondisi di terminal yang diawasinya tidak mendukung. Memang sungguh ironis, petugas yang sudah disiagakan untuk mengatur jalannya kehidupan terminal itu sepertinya tidak optimal. Masalanya, antara pemerintah daerah setempat tidak ada koordinas untuk upaya penertiban di dalam terminal, maupun di jalan raya menuju dan pergi dari terminal.
Tidak adanya koordinasi itu tercermin dengan kondisi terminal bus yang makin memprihatinkan. Infrastruktur yang buruk, seperti aspal pelataran terminal yang sebagian besar sudah mengelupas dan berlubang sehingga setiap kali hujan turun, berubah menjadi semacam kubangan-kubangan.
Timbunan sampah pintu masuk dan keluar gerbang terminal setiap pagi dan sore menumpuk sembarangan. Selain sampah, kesan angkernya terminal satu-satunya milik Kota Bekasi karena pengaturan lalu lintas yang masuk dan keluar terminal masih terlihat semrawut. Sebagian kendaraan memilih mangkal di bibir pintu terminal.
Para petugas polisi di pospol itu juga mengalami kebingungan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas. Menurut Tri, pihaknya mengaku kewalahan untuk menertibkan kendaraan. "Untuk penertiban ini, sebenarnya harus ada koorinasi dengan dinas lain, seperti dishub dan pengelola terminal sendiri," kata dia.
Tri menolak dikatakan dengan keberadaan pospol itu mubazir karena petugas tidak memiliki gigi untuk bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang tidak ikut mendukung program polisi, yakni ketertiban lalu lintas dan kenyamanan terminal bus kota Bekasi itu.
Siswanto-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|