Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Polisi Ambil Sample Darah Istri Direktur BIN di Sanggar Balet
Selasa, 15 Pebruari 2005 | 15:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Hari ini, polisi mengambil sample darah yang diduga milik Barkah Hani (45 tahun), istri Dirop BIN, di rumah Buwono (salah satu tersangka), kemarin, di Jl. Kelapa Sawit Raua Blok AM No. 16 Perumahan Billy Moon, Jakarta Timur.

Tersangka digiring dari tahanan Polda Metero Jaya ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Buwono mengenakan kaos warga biru bercelana panjang hitam dengan tangan diborgol.

Rekonstriksi oleh pihak kepolisian ini diawali dari Sanggar Ballet Libra milik tersangka. Dari lantai dua, tersangka menunjukkan bercak darah. Darah yang sudah mengering memberi petunjuk tangga bawah. Ini mengindikasi korban diseret keluar menuju lantai dasar.

Di ruangan untuk senam tersebut polisi menemukan baju yang dipakai tersangka saat mengeksekusi korban. Setelah keluar dari lantai dua, tersangka juga menunjukkan tempat membuang lokasi empat batang kayu yang dipakau memukul korban, yaitu di sebuah kebun kosong samping kiri sanggar.

Setelah itu polisi membawa masuk tersangka ke dalam rumah. Di dalam rumah terlihat kedua anak tersangka Luci dan Dani, duduk menunggu. Sampai laporan ini ditulis, rekonstruksi pembunuhan sopir Rahmat bin Rohat, sopir Barkah Hani, belum berlangsung.

Suasana lokasi rekonstrusi dipenuhi para tetangga tersangka. Warga banyak yang terkejut dan heran Buwono disangka membunuh dengan cara sadis. Puluhan warga lain berjubel di jalan. Akibatnya Jl. Kelapa Sawit Raya macet total. ?Saya kaget Pak Buwono begitu tega membunuh,? kata Sarmidi tukang rumput di rumah Buwono.

Siswanto-Tempo







Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
R Mulawarman saat memberikan kesaksian pada sidang kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dengan terdakwa Tommy Soeharto di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rabu, 24 April 2002. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20020402]. Hakim menunjukkan bukti senjata api (pistol) kepada saksi R Mulawarman (kanan), Juan Felix Tampubolon (tengah) dan Tommy Soeharto pada  sidang kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dengan terdakwa Tommy Soeharto di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rabu, 24 April 2002. ( Senjata tersebut diduga merupakan alat yang digunakan R Mulawarman dan Noval Hadad untuk membunuh Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita pada tahun 2000). [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20020402].
R Mulawarman
Pengadilan Kasus Pembunuhan Syafiuddin
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Tangkap Empat Tersangka Pembunuh Istri Direktur BIN
Ditemukan Mayat Wanita di Depok
Terbunuhnya Istri Pejabat BIN: Polisi Periksa 10 Saksi
Polisi Periksa Teman Bisnis Barkah Hani
Berkas Pemeriksaan Kapten Syueb Diserahkan ke Oditur
Anggota Dewan Minta TKI Ilegal Dilegalkan di Malaysia
Gempa 5,7 Skla Ritcher Kembali Goyang Aceh
Anggota Dewan Inginkan Malaysia Tindak Manajemen Damansara
Dua Mayat Ditemukan dalam Mobil Mitsubishi L 300
Pemeriksaan Rambut dan Kuku Adiguna Selesai
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data