Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Gedung SD Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Balai Desa
Minggu, 06 Pebruari 2005 | 15:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 316 murid SD Sindang Jaya 1, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang terpaksa belajar di Balai desa setempat menyusul ambruknya dua unit bangunan SD Tersebut Jum'at (4/2). Letak Balai Desa itu, memang tak jauh dari gedung sekolah itu. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Pantauan Tempo Sabtu (5/2), ratusan murid SD Sindang Jaya kini belajar dengan kondisi ruangan yang tidak memadai. Para siswa kelas lima tampak berebut ruang dengan aparat desa setempat. Sementara, satu unit banguan yang terdiri dari tiga ruangan kelas, dalam kondisi hancur, tembok dan atap bangunan nampak pecah berantakan disekitar tanah, belum sempat dirapikan.

Komite sekolah maupun seluruh orang tua siswa kini mendesak Pemkab Tangerang secepatnya memperbaiki bangunan SD agar proses belajar mengajar kembali normal. Masyarakat khawatir, dengan kondisi ruangan seadanya itu dapat mengganggu ujian para siswa bisa yang tinggal beberapa bulan lagi.

Menurut keterangan warga setempat dan para guru, gelagat akan ambruknya gedung sekolah tersebut sudah tercium sejak beberapa hari lalu. "Suara kayu yang berbunyi krakh, krakh. Kalau angin kencang," ujar Mursidi salah seorang wali murid yang tinggal berdekatan dengan bangunan sekolah itu kepada Tempo Sabtu (5/2).

Melihat tanda-tanda akan ambruknya bangunan sekolah itu, menurut Mursidi, dalam satu minggu terakhir pihak sekolah mengosongkan tiga ruangan kelas yang sudah rusak berat. Ketiga ruangan tersebut selama ini digunakan kelas 6, 5, dan kelas 1.

SD Negeri Sindang Jaya I sebenarnya cuma memiliki lima ruang kelas. Sekarang hanya tersisa dua lokal yang masih bisa dipergunakan. Kedua ruang kelas dibangun tahun 2004 dan dilengkapi ruang guru dengan ukuran kecil.

Menyusul robohnya tiga lokal bangunan, para guru membagi dua rombongan belajar, yaitu kelas 1 dan 6 masuk pagi. Jam 10.00 WIB kelas 1 keluar dan langsung di isi kelas 2. Sore harinya digunakan untuk kelas 3 dan 4 karena kelas 5 numpang di kantor desa.

Suardi,salah seorang guru, mengatakan, sebelum banguna itu ambruk, kelas 6 dibagi 2 kelas karena jumlahnya 64 orang. "Namun kini mereka harus belajar berdesak-desakan lantaran disatukan dalam satu ruangan," katanya.

Jumlah guru di sekolah yang terletak di Kampung Gandu RT 02/05 Desa Sindang Jaya itu tujuh orang. Semula di SD itu terdapat rumah dinas kepala sekolah. Belakangan rumah dinas tdi digunakan untuk ruang guru. "Sekarang tak lagi ditempati, lapuk dan banyak kerusakan berat di sana sini. Kami memanfaatkan ruangan kecil, sekedar tempat berkumpul ketika istirahat mengajar. Kami mengimbau, pihak berwenang di Pemkab bisa mengatasi kondisi darurat di sekolah ini," ujar Suardi penuh harap.

Sebelumnya, pada 31/1 lalu, bangunan sekolah dasar (SD) Negeri Kronjo juga ambruk. Akibat runtuhnya gedung sekolah itu, ratusan murid SD Negeri Kronjo I belajar berdesak-desakan.Anggota DPRD asal Kronjo, Nawawi Syahroni mengaku prihatin dengan bangunan sekolah diwilayahnya.Nawawi menyatakan, kondisi SD Negeri Kronjo I memang sudah tidak layak. Bahkan dalam Rakorbang sekolah ini merupakan skala prioritas untuk segara dilakukan rehab berat. "Saya sudah cek dalam APBD, ternyata sekolah ini masuk dalam APBD 2005. Namun karena sudah roboh, sebaiknya segera dilakukan pembangunan. Supaya proses belajar mengajar tidak terganggu," kata anggota dewan dari PKB ini.

Menurutnya, sebaiknya dinas terkait melakukan full finanshering dengan pihak jasa konstruksi. Mengenai teknisnya, Nawawi menyerahkan kepada Pemda karena Pemda lebih mengetahui soal proyek. Jika menunggu proses tender, kata Nawawi dipastikan kegiatan belajar jadi terhambat.

<>joniansyah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Menteri Pendidikan Nasional, Abdul Malik Fadjar dalam jumpa pers tentang penyelengaraan pendidikan nasional, Jakarta, 24 Juni 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K16A/278/2003; 20030728].
Abdul Malik Fadjar

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

127 Gedung Sekolah di Jaktim Rusak Berat
Komnas Perlindungan Anak Tolak Ujian Nasional
Pemerintah dan DPR Cari Jalan Keluar Kontroversi Ujian Nasional
Komisi X DPR akan Bawa Polemik Ujian Nasional ke MA
Kurikulum Pendidikan di NAD Perlu Diperbaharui
Pendidikan Masyarakat Aceh Diprioritaskan Depdiknas
195 Sekolah di Kabupaten Tangerang Tak Bermeja dan Kursi
Dengan Voucher Melawan Pengangguran
Indonesia Juara Umum Olimpiade Sains Yunior Internasional
Adu Cerdas Para Junior di Jalur Sains
> selengkapnya...


Website

Departemen Pendidikan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data