Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Wali Kota Undang Investor Jalan Layang Bulak Kapal
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 11:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wali Kota Bekasi Akhmad Zurfaih menyatakan akan mengundang para investor untuk membiayai infrastruktur jaringan jalan layang (flyover) Bulak Kapal, Bekasi Timur. "Para investor akan kami undang," kata Akhmad, Rabu (2/2). Pihaknya optimistis jalan layang yang akan dibangun untuk melengkapi rencana pembangunan jalur kereta api double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang, itu bakal terealisasi.

Namun, masalah yang berkembang biaya untuk membebaskan lahan. Dana untuk membebaskan lahan di dua kelurahan, yakni Kelurahan Aren Jaya dan Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, itu tidak kurang dari Rp 14 miliar. Dana sebesar itu akan digunakan untuk proyek pembebasan lahan yang dilalui jembatan layang yang luasnya mencapai 4600 meter persegi.

Akhmad mengungkapkan, untuk realisasi pembangunan jalan layang itu, pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum (DPU) akan mendanai seluruh konstruksi pembangunan jalan yang panjangnya pencapai 600 meter. "Untuk biaya pembebasan lahan diserahkan ke pemerintah daerah," ujar Akhmad.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Tata Ruang Gunung Hilman juga mengatakan, rencana pembangunan jalan layang itu terus bergulir, pemerintah mengalami kesulitan dana pembebasan lahan. "Ternyata dananya besar sekali, sekarang ini kita sedang mencari-cari," kata dia. Sejak 1999, kata Hilman, pemkot Bekasi memiliki empat rancangan pembangunan jalan layang dan underpass. Yakni, underpass di Pasar Baru (sudah selesai), jalan layang Bulak Kapal dan dilanjutkan dengan tol Becakayu (Bekasi Cawang Kampung Melayu). Seluruh, proyek pembangunan itu sudah disetujui DPU.

Sumber dana untuk pembangunan jembatan layang seluruhnya (kecuali pembebasan lahan) didanai pemerintah Jepang melalui Japan International Bank Corporation. JIBC bersedia mendanai konstruksi jembatan lauyang sebesar Rp 62 milyar. "Untuk pengadaan lahannya diberikan ke daerah," ujar Hilman.

Siswanto-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang petugas jalan tol menerima uang dari  pengguna jalan saat diberlakukan tarif baru yang naik sebesar 25 % untuk kendaraan pribadi dan untuk kendaraan umum tetap kecuali taksi di pintu tol Lenteng Agung Timur II, Jakarta, 11 Juni 2003. [TEMPO/ Agung Rahmadiansyah; K15A/475/2003; 20030627]. Antrian keluar jalan pintu tol Lenteng Agung Timur II, Jakarta, 11 Juni 2003. [TEMPO/ Agung Rahmadiansyah; K15A/476/2003; 20030627].
Pintu Tol Lenteng Agung Timur II
Pintu Tol Lenteng Agung Timur II
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jasa Marga Bangun Jalur Khusus Bus di Gerbang Tol Pondok Gede Timur
Harga Tanah Sisa Lahan Tol Ulujami Disepekati
Tol Veteran Ulujami Dibangun Januari Ini
Wali Kota Bekasi Maksimalkan U-Turn Jalan Ahmad Yani
Jasa Marga Minta Pemerintah Bekasi Maksimalkan Fungsi Jalan
Lahan Jembatan Layang Ciputat Mulai Dikosongkan
Pengosongan Areal Jembatan Layang Ciputat Ditunda
Wali Kota Bekasi Minta Proyek Tol Becakayu Dilanjutkan
Senin, Lahan untuk Fly Over Ciputat Dikosongkan
Tujuh Rumah Terancam Amruk Akibat Proyek Tol Cipularang
> selengkapnya...


Website

PT Jasa Marga


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data