|
Jakarta
Penderita HIV/AIDS Jakarta Selatan Meningkat Lima Persen
Selasa, 01 Pebruari 2005 | 11:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Jumlah penderita HIV/AIDS Jakarta Selatan, selama 2004 meningkat sekitar lima persen dibanding 2003. Data ini diperoleh dari Sero Survey yang dilakukan seksi penyakit menular Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Selatan terhadap Lelaki Suka Lelaki (LSL) dan Pengguna Jarum Suntik (Penasun).
Kepala Seksi Dokter Iva Subianto, menjelaskan dari 250 LSL yang mereka survai, 15 orang atau enam persen diantaranya positif terjangkit HIV. Jumlah ini, menurutnya, meningkat tiga persen dibanding 2003, saat survai pertama dilakukan. "Dari 250 Penasun, 47 persen terjangkit. Ini meningkat tujuh persen dari 2003," katanya kepada Tempo, di Kantornya, Jakarta, Selasa (1/2).
Jumlah penderita HIV di lapangan, dia yakini masih jauh lebih banyak dibanding data tersebut. "Survai yang kita lakukan baru pada dua bidang itu," jelasnya.
Untuk sero survai ini, Dnas Kesehatan mendapat dana Rp 48 juta dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD). Iva menjelaskan, dana itu digunakan konseling pertemuan, advokasi dengan pejabat terkait, dan lain-lain. "Kalau mau survai, kita perlu izin dan penjagaan dari trantib," ujarnya. Dana ini juga digunakan untuk sosialisasi ke beberapa sekolah lanjutan tingkat atas.
Hasil data survai yang mereka peroleh, tidak disertai dengan identitas. "Jadi, kami ambil sampel darah secara acak," ujarnya. Tindak lanjut, bisa dilakukan jika yang bersangkutan yang meminta.
Jika terbukti positif menderita HIV, kata Dokter Iva, penderita akan dirujuk ke RSCM untuk mendapat pengobatan anti retroviral. "Itu nama pengobatan AIDS untuk menjaga daya tahan penderita," jelasnya. Sampai saat ini, menurutnya, baru RSCM yang memiliki obat tersebut. Pertengahan 2005, Rumah Sakit Fatmawati baru akan menyediakan fasilitas tersebut.
Suliyanti
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|