Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

100 Ribu Orang di Jakarta Timur Jadi Korban Banjir
Kamis, 20 Januari 2005 | 21:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 100.640 orang atau 31.131 kepala keluarga di Jakarta Timur menjadi korban banjir yang terjadi pada Rabu (19/1).

“Sebanyak 49 kelurahan di sepuluh kecamatan terendam,” kata Ahmad Amin, petugas Posko Banjir Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Timur, kepada Tempo hari ini.

Menurut dia, jumlah korban banjir itu belum termasuk korban banjir dari Kecamatan Kramat Jati dan Kecamatan Cipayung. Korban banjir di kedua kecamatan ini belum bisa diketahui jumlahnya. “Belum ada laporan dari sana, tapi saya perkirakan jumlahnya belasan ribu orang,” katanya.

Korban terbanyak dari sepuluh kecamatan di Jakarta Timur adalah Kecamatan Jatinegara, yakni sebanyak 48.437 orang atau 13.861 kepala keluarga.

Sementara itu, dari 100 ribu orang korban banjir di Jakarta Timur ini, sekitar 6.500 jiwa telah mengungsi ke beberapa posko yang telah disiapkan Satuan Koordinator Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satkorlak PBP).

Sedangkan yang lain tidak cukup beruntung dapat tertampung dalam posko dan barak pengungsi, karena terbatasnya tempat. Puluhan ribu orang itu terpaksa tidur di jalanan, emperan ruko-ruko, nebeng ke rumah-rumah tetangga, maupun saudara yang tidak terkena banjir. Sebagian lagi memilih untuk tetap tinggal di rumah yang sudah terendam air cukup tinggi. Banyak juga yang benar-benar tidak dapat keluar karena terjebak banjir.

Pengamatan Tempo di Kampung Pulo, Kampung Melayu ratusan warga masih terjebak dalam rumah.

“Tidak bisa keluar karena airnya sudah terlalu tinggi dan arusnya juga deras,” kata Roni, 34 tahun, warga RT 15/RW 03 Kampung Pulo.

Menurut dia, tim penyelamat dan Satkorlak tidak dapat menjangkau semua lokasi, karena tidak menguasai medan dan juga karena gang-gang yang ada terlalu sempit. “Kapal karet saja tidak bisa masuk,” kata Roni.

Terhitung dua hari, sejak air mulai naik pada Selasa (18/1), otomatis warga di daerah ini tidak memperoleh pasokan logistik apapun. “Dua hari, keluarga kami tidak makan apa-apa,” kata Faridah, 46 tahun, warga Kampung Pulo RT 15/RW 02.

Farida cukup beruntung Farida karena bisa berenang, sehingga hari ini, dia dan suaminya nekad menyeberangi arus Kali Ciliwung untuk mencari bantuan untuk kedua orang tua dan dua orang anak mereka yang masih terjebak. “Bapak saya lumpuh dan tidak mungkin bisa keluar,” katanya.

Agus Supriyanto - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana banjir di jalan Deplu 3, Komplek Deplu, Jakarta, 15 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto; K2A/096/2001; 20010705]. Mobil dan anak-anak yang bermain di jalanan yang digenangi air karena banjir di jalan Proklamasi, Jakarta , 18 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Hendra Suhara; K2A/040/2001; 20010702].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Banjir Aceh Tamiang Belum Tertolong
Aparat Selamatkan Dua Bayi yang Terjebak Banjir
Permukaan Air sejumlah Sungai di Wilayah Jakarta pada Kisaran Siaga III dan IV.
Banjir Mulai Surut di Jakarta Selatan
Utusan Ibu Negara Sambangi Pengungsi Banjir
Ketinggian Air Berangsur Turun
Mancing di Banjir, Tewas Kepleset
Meski Ditentang, Biksu Tertinggi Abe Niken Tetap Didatangkan
Sutiyoso: Jakarta Siaga I
Tidak Semua Warga Mendengar Peringatan Dini Banjir
> selengkapnya...


Referensi

Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data