|
Metro
Tidak Semua Warga Mendengar Peringatan Dini Banjir
Rabu, 19 Januari 2005 | 21:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Banyak warga Jakarta tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka ketika banjir melanda karena mereka tidak mendengar peringatan dari RW setempat.
"Kami tidak mendengar kalau banjir akan se-gede ini," kata Ibu Tutik, 50 tahun warga RT 10 RW 02, Cawang Jakarta Timur kepada Tempo, Rabu (19/1).
Tutik menyatakan beruntung bisa selamat dari banjir yang menenggelamkan rumah miliknya. "Dari semalam saya di genteng mas," kata dia sedih karena tak satupun benda miliknya yang sempat diselamatkan. "Cuma yang nempel di badan ini mas," kata dia sambil menunjukkan kaos yang masih basah dikenakannya.
Menurut Wakil Lurah Kampung Melayu, Agus Heriawan koordinasi penanganan peringatan dini banjir ujung tombaknya memang berada pada masing masing ketua RW. Mereka menangkap informasi dari lurah dan menyampaikan kembali kepada warga.
Urutan peringatan banjir dimulai dari Satkorlak PB (Satuan Koordiantor Pelaksana Penanganan Bencana) kemudian dikimkan kepada Satlak PB (Satuan Pelaksana Penangan Bencana), baru kemudian ke Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat). Satlinmas adalah satuan yang dibentuk di tingkat kelurahan yang terdiri dari pejabat Kelurahan dengan anggotanya ketua-ketua RW dan tokoh masyarakat.
Peringatan disampaikan dengan telepon dan HT dari Satuan Komunikasi Dukungan Operasi Penanggulangan Bencana yang berkantor di kantor Wlikota Jakarta Timur disampaikan ke masing-masing lurah kemudian lurah mengumpilkan ketua-ketua RW untuk memberi peringatan kepada warganya masing-masing.
"Koordinasi dengan posko di Depok setiap satu jam memonitor ketinggian air. Kalau Depok sudah tinggi maka bisa dipastikan enam jam kemudian di sini banjir," kata Agus. Agus Supriyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|