Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengungsi di Rawa Buaya Cuma Bawa Baju Ganti
Rabu, 19 Januari 2005 | 18:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pengungsi korban banjir dari Jl. Darma Wanita I RT 11 RW 1 Kelurahan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng sudah mengungsi sejak pukul 08.00 WIB pagi ini. Mereka mengungsi di posko banjir di Sentra Usaha Kaki Lima Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Tapi pengungsi ini cuma membawa baju ganti saja.

"Malam ini kami menginap di sini. Kalau malam ini tidak hujan, besok kami cek rumah kami sudah surut belum," kata Lutfi, 37 tahun yang sudah 4 tahun tinggal di Rawa Buaya. Pengungsi lain, melakukan hal yang sama dengan Lutfi. Ratih, 50 tahun, warga RT yang sama, hanya membawa lima stel baju.

Untuk makan, menurut Robaniah, 25 tahun yang aslinya dari Lampung, ia akan membeli dari warung. "Karena kalau bawa kompor, repot," kata Ratih asal Cirebon, yang sudah 20 tahun tinggal di daerah itu. menurut Ratih, mengungsi adalah hal yang biasa. "Setiap tahun banjir, dari tahun 1995," kata Ratih. Ketika para pengungsi di tanyakan tindak pindah dari kontrakannnya di Rawa Buaya, mereka beralasan bahwa mereka sudah lama cari rezeki di sini.

Menurut Biantoro, 39 tahun, pedagang asongan asal Madiun yang sudah 10 tahun tingal di Rawa Buaya, banjir disebabkan oleh meluapnya air dari kali Jembatan Baru. Biantoro menyayangkan tidak adanya solusi banjir walaupun banyak penjabat yang sudah meninjau lokasi banjir.

"Sejak pukul 01.00 WIB dini hari, hujan sudah deras dan air sudah mulai masuk rumah," kata Biantoro. Ketika mereka mengungsi pukul 08.00 WIB pagi ini, air sudah mencapai setinggi pinggang, kurang lebih 1 m.

Menurut pantauan Tempo, Kali sepanjang Daan Bogor dan Tol Sedyatmo sudah lebih tinggi daripada biasanya. Banjir didepan Indosiarpun sudah tinggi. begitu pula di jalan Rawa Buaya yang tinggi airnya 80 cm.

Menurut Doli, 25 tahun, salah satu petugas posko Karang Taruna unit RW 1 Kelurahan Rawa Buaya, salah satu penyebab banjir ini adalah limpahan dari Kali Mookervat dan Kali Cisadane yang tidak ada tanggulnya. "Kalau hujan di Rawa Buaya saja tidak masalah, asal Bogor dan Depok jangan hujan," kata Doli. Doli mengatakan dalam air Kali Cisadane cuma 2 m, sudah banyak lumpurnya. Aslinya menurut Doli dalam air kali Cisadane 7 m.

Fanny Febiana-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data