|
Banjir Meluas di Jakarta Utara, Pemerintah Dinilai Tidak Tanggap
Rabu, 19 Januari 2005 | 17:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Banjir melanda sebagian wilayah Jakarta Utara. Ketinggian air meningkat jauh dibanding hari sebelumnya. Bahkan banjir semakin meluas. Aparat dituding tidak tanggap terhadap bencana ini. Ketinggian air banjir di wilayah Jakarta Utara meningkat. Berdasarkan pantauan TNR di Posko Terpadu Walikotamadya Jakarta Utara, jumlah daerah yang mengalami banjir juga meningkat.
Kecamatan Kelapa Gading misalnya, banjir yang pada Selasa lalu hanya terjadi di jalan Biru Laut dan Perintis Kemerdekaan dengan ketinggian air 10 sentimeter. Namun pada Rabu (19/1) hingga pukul 13.00 WIB, ketinggian air di kecamatan elit tersebut bahkan mencapai 60 sentimeter. Beberapa wilayah yang mengalaminya antara lain; RW 04, 05, dan 06 Kelurahan Kelapa Gading Timur ketinggian air di jalan 20 - 60 sentimeter. Di kelurahan Kelapa Gading Barat, jalan Perintis Kemerdekaan, Yos Sudarso, Biru Laut, RW 01, 04, 07,11, dan 13 ketinggian air juga mencapai 20 - 60 sentimeter. Sementara di RW 03 Kelurahan Pegangsaan II ketinggian air 50 sentimeter.
Ketinggian air di Kecamatan Penjaringan juga meningkat. Kemaren, ketinggian air di Kapuk Muara hanya setinggi 20 sentimeter. Sementara hingga pukul 13.00 WIB, ketinggian air di wilayah tersebut meningkat menjadi 40 - 60 sentimeter yang melanda jalan SMP 122 dan jalan Kapuk Raya. Sementara pada jalan Pluit Raya dan Pluit Raya Selatan ketinggian mencapai 25 sentimeter.
Begitu juga halnya dengan kecamatan Tanjung Priok. Banjir tertinggi terjadi di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Pintu Air Honda, dengan air setinggi 100 sentimeter. Di wilayah Pintu Air Tanjung Priok ketinggian mecapai 50 sentimeter. Sementara di RW 01 - 04, Sunter Jaya, ketinggian air tercatat 25 sentimeter.
Kecamatan Pademangan juga mencatat hal serupa. Jalan Budi Mulya air menggenang setinggi 20 - 50 sentimeter. Dan di jalan Gunung Sahari ketinggian air tercatat 10 - 30 sentimeter. Banjir yang meluap tidak hanya terjadi di jalanan. Beberapa kawasan, terutama di Kecamatan Koja dan Cilincing, air bahkan sudah masuk ke rumah warga hingga ketinggian 10 - 50 sentimeter.
Kelurahan Tugu Utara dan Tugu Selatan di Kecamatan Koja, air meluap hingga masuk ke dalam rumah warga. Beberapa lokasi di Kelurahan Tugu Utara yang digenangi air setinggi 30 - 50 sentimeter, antara lain jalan Walang Permai, Manggar Ujung, Johar, Waru, dan Walang Dalam. Sementara di Kelurahan Tugu Selatan, air masuk ke rumah warga di Jalan Bendungan Melayu, Balai Rakyat, Veteran, dan Logistik.
Di Kecamatan Cilincing, air juga tercatat sudah masuk ke dalam pemukiman warga. RW 01, 03, dan 10, serta kompleks Bea Cukai Kelurahan Cilincing banjir setinggi 10 - 40 sentimeter masuk ke rumah warga. Kelurahan Semper Barat, tepatnya di RW 04, 05, 10, dan kompleks Dewa Ruci ketinggian air di rumah mencapai 20 - 40 sentimeter. Kelurahan Rawa Malang, Dewa Kembar, RW 03, 09, 15, dan 16 ketinggian air masuk dalam rumah berkisar 10 - 20 sentimeter.
Pranowo, salah seorang warga Rawa Badak Utara yang ditemui TNR sedang mendorong motornya, mengatakan bahwa banjir telah menyengsarakan warga. Menurutnya pemerintah tidak tanggap dalam mengantisipasi banjir ini. "Katanya genangan akan cepat ditangani dengan menyedot air, ternyata tidak ada," ujarnya kesal karena motornya yang mogok karena air.
Tudingan tersebut dibantah petugas posko banjir terpadu. Menurut Gunawan, salah seorang petugas. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan hal-hal yang dibutuhkan dalam mengantisipasi banjir. Salah satunya, kata Gunawan, adalah dengan mengaktifkan posko banjir pada tiap kelurahan hingga kantor Walikota. "Bantuan juga sudah kita siapkan," katanya.
Beberapa jenis bantuan yang tampak di posko tersebut antara lain; puluhan dus air mineral, mie instan, 500 kg beras, belasan tempat tidur darurat, jaket pelampung, dan dua buah motor boat karet. Bantuan itu, katanya, akan dikirim kalau ada kebutuhan dari warga. "Sampai sekarang belum ada yang minta. Kalau ada langsung kita kirim," ujarnya. Selain itu, kata Gunawan, pihak Kotamadya juga telah menyiagakan tempat-tempat penampungan bagi korban banjir.
Tito Sianipar-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|