|
Pompa Air Underpass Tak Berfungsi, Ribuan Kendaraan Terhambat
Rabu, 19 Januari 2005 | 17:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Baru tiga bulan berfungsi setelah diperbaiki, tiga unit mesin pompa menyedot air terowongan (underpass) di bawah rel kereta api Pasar Baru Bekasi, saat ini kembali mengalami kerusakan sehingga tidak berfungsi sempurna. Akibatnya, terowongan banjir setinggi 40 sentimeter dan jalur menuju sejumlah perumahan dan kecamatan terhambat. Kendaraan dari arah Bekasi Timur, Tambu Utara, dan Babelan dialihkan ke Jalan Agus Salim, Jalan Perjuangan, dan jalan Pahlawan.
Pengamatan di lokasi, Rabu (19/1) pagi, tiga buah pompa yang ditanam di pinggir jalan, yang seharusnya berfungsi menyedot air yang menggenani ruas underpass itu tidak berfungsi semestinya. Sistem otomatis pada tiga buah pompa yang masing-masing dibeli seharga Rp 180 juta oleh pemerintah kota (pemkot Bekasi) mati total.
Matinya sistem otomatis pada pompa mengakibatkan air hujan yang datang sejak Rabu (19/1) dini hari, menggenang di underpass. Tinggi permukaan air mencapai sekitar 40 sentimeter tepat di terowongan yang menghubungkan beberapa sejumlah kelurahan dan perumahan di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Genangan air akibat buruknya metode pemeliharaan alat yang dibiayai anggaran pemerintah itu, juga menciptakan kemacetan arus lalu lintas dari perumahan-perumahaan, antara lain Perumahan Aren Jaya, Perumnas III, Perum Danita, menuju pusat Kota Bekasi atau ke Jakarta. Petugas mengalihkan jalur lalu lintas melewati jalan Bekasi Jaya.
Catatan Tempo, pompa asal Jerman itu memiliki kekuatan menyedot air 2-3 meter kubik per menit. Pada November 2004 lalu, pemerintah mengucurkan anggaran sekitar Rp 30 juta untuk memperbaiki dengan mengganti sejumlah komponen, seperti klep pompa. Setiap pompa digerakkan dengan energi listrik sebesar 22 ribu watt.
Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Bekasi, Hikmatullah membenarkan terjadinya kerusakan pompa penyedor air itu. Dia menjelaskan, pompa rusak pada sistem otomatisnya. "Pompa rusak pada klep otomatisnya. Harusnya setiap air datang bisa langsung di pompa, tapi karena rusak terpaksa pakai manual," kata dia.
Hikmatullah yang juga pimpinan proyek pembangunan pompa itu mengatakan, Selasa (18/1) lalu, underpass itu juga tergenang karena energi listrik di gardu pompa tidak berfungsi. "Kemaren listriknya yang rusak, sekarang setelah listrik udah normal, pompa otomatisnya yang rusak lagi," tutur dia.
Saat ini, sejumlah petugas sudah diterjunkan ke lapangan untuk memperbaiki pompa yang tergenang air itu. Petugas tidak dapat mengoperasikan sistem otomatis sehingga pompa hanya dijalankan dengan sistem manual. "Karena otomatisnya tidak jalan, sekarang pakai manual saja," kata dia.
Macetnya pompa air sehingga menggenangi ruas jalan di proyek underpass yang dibangun pemerintah senilai Rp. 5,4 miliar juga menyita perhatian Wali Kota Bekasi Akhmad Zurfaih.
Siswanto-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|